-->

3 Karya Masa Depan 'Olahan' Generasi Y Indonesia


Banyak anak mudah negeri ini yang memiliki bakat dan kepintaran diatas rata-rata pemuda dunia. Bukan rahasia lagi bahwa negara kita menjadi negara yang komsumtif terbukti berbagai macam barang dan keperluan sehari-hari. Contohnya saja ketika ada produk baru luar negeri negara kita selalu menjadi serbuan berbagai macam produk dan inovasi luar tersebut.

Biasanya inovasi teknologi dihasilkan oleh negara asing yang mengendalikan teknologi. Karena masyarakat dinilai lebih menyukai sebagai konsumen dibandingkan menciptakan inovasi.

Tapi hal itu tak selamanya benar. Karena ternyata masih banyak generasi muda negri ini yang mampu melahirkan berbagai inovasi. Contohnya saja adalah inovasi beberapa anak muda yang menciptakan pill khusus tunanetra sampai aplikasi pencegahan bencana, berikut liputanya selengkapnya:

iBlind tablet tuna netra dan aplikasi anti-bencana


Dua pemuda ini bernama Muhammad Hanif Sugiyanto, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM dan Swakresna Edityomurti mahasiswa jurusan Teknologi Jaringan Sekolah Vokasi UGM membuat prototipe tablet untuk tuna netra. Prototipe itu dinamakan iBlind yang dirancang untuk mentransfer kode huruf digital menjadi huruf braille yang bisa dibaca penyandang tuna netra.

Hanif menyatakan, prototipe ini bekerja dengan cara sederhana. Ada tiga alat yang dipakai untuk menjalankan prototipe tersebut yaitu Display yang berbentuk kotak dengan kode braille di permukaannya, modul GSM untuk menerima pesan, dan Software penerjemah huruf digital menjadi braille.

Sementara rekannya Hanif, Kresna menjelaskan dalam mentransfer huruf digital menjadi braille prototipe iBlind ini bekerja dengan cepat. Dibutuhkan tidak kurang dari 1 detik untuk satu karakter. Bahkan, tim mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada juga membuat aplikasi yang dapat mengantisipasi bencana alam.

Produk kecantikan dari limbah


Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berhasil mengembangkan produk perawatan kulit. Jangan heran, bahan dasar produk ini ternyata berasal dari limbah buah-buahan yang dijadikan ekstrak. Seperti, kulit buah manggis, kulit pisang dan kulit buah naga. Inovasi produk mereka berupa sabun mandi dan lotion diberi merek Azala Skin Care.

Produk inovasi tersebut dikembangkan oleh para Mahasiswa Fakultas Teknik yang menamakan diri Tim Azala Skin Care. Selain Sofia, Yuyun Drupadi A.A. dari Teknik Kimia, Mohammad Rizal Fauzi dari Teknik Kimia, Indra Barani dari Teknik Mesin, dan Linggar Gara Putra S dari Teknik Mesin, dengan didampingi dosen pembimbing Vivi Nurhadianty.

Mereka sukses mendapatkan penghargaan Internasional berupa Gold Medal pada 3rd World Invention Creativity Contest (WICC) 2016, di Korea University Invention Association (KUIA) di Seoul Trade Exhibition & Convention (SETEC), Korea Selatan, 28-30 Juli lalu.

Sebanyak 20 negara mengikuti kegiatan, Tim Azala Skin Care juga mendapatkan Special Award dari International Engineering Invention & Innovation Exhibition (I-ENVEX) Malaysia. Tim Azala Skin Care juga sempat mendapatkan penghargaan pada 27th Asian Young Inventors Exhibition (AYIE) 2016 di Malaysia dengan produk lotion anti kanker dari ekstrak kulit manggis.

Robot pramusaji


Empat mahasiswa UGM ini, yakni; Ardiyan Rofiq, Lutfi Yahya, Rilla Khoirunisa, dan Claricha Audi berhasil menciptakan Robot Pramusaji Cerdas atau disingkat Ropadas. Rofiq mengatakan, salah satu alasan diciptakannya robot tersebut karena selama ini belum ada yang mengembangkan robot untuk melayani pengunjung restoran. Dia juga menegaskan, robot pramusaji yang dibuatnya pertama di Indonesia.

Pihaknya menjelaskan bahwa membutuhkan waktu lima bulan untuk melakukan riset sekaligus membuat satu unit robot. Pengoperasiannya pun tak sulit. Langkah dasar yang harus dilakukan restoran jika ingin menggunakan jasa Ropadas amerupakan membuat jalur berupa garis hitam pada lantai sebagai jalan robot dari dapur ke meja makan.

Ropadas mempunyai beberapa fitur-fitur pendukung antara lain; modul suara, sensor RTF dan nampan yang dilengkapi bearing. Modul suara juga dibuat agar robot dapat berinteraksi dengan pelanggan, misalnya mempersilakan mengambil makanan. Bahkan, robot ini akan berhenti dengan sendirinya jika ada benda ataupun manusia yang ada di depannya, hal ini untuk menghindari tabrakan antara robot dengan manusia.

Sungguh Membanggakan, tidak menutup kemungkinan kedepan mungkin rekan muda yang seperti mereka, semoga pemuda Inonesia terus berkarya dan berinovasi sehingga dapat memajukan Negeri ini.