Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pementasan Nurani Teater Nol Terbaik di Nasional


KilasPemuda - Teater Nol Unsyiah Aceh dinobatkan sebagai grup dengan pementasan terbaik pada penyelenggaraan Festival Nasional Wisran Hadi di Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat. Teater Nol menampilkan pementasan dengan judul "Nurani" yang disutradarai oleh Mumu.

Aktor dalam pementasan "Nurani" diperankan oleh Putri (Nurani), Ria (Buk Kepala), Liza (Buk Dosen), Indah (Buk Haji), Sedangkan artistik sendiri dipimpin oleh Teguh Hamzah, dimana musik dipegang oleh David, penata lampu Mita, dan penata rias Mumu.

Mumu mengatakan sangat bangga bisa berpartisipasi di ajang teater nasional.

"Kami tentunya sangat bersyukur, bisa bermain dalam ajang ini apalagi dengan memperoleh predikat sebagai pementasan terbaik," Ujar Mumu.

Naskah "Nurani" menjelaskan jika setiap manusia memiliki hati nurani. Nuranilah yang membawa mereka untuk melihat kebenaran, untuk melihat hal-hal yang positif dan juga negatif.

Namun di satu sisi lainya manusia juga memiliki nafsu. Beberapa orang di tidak sanggup menahan gejolak nafsu yang ada, mereka cenderung rakus, bahkan sampai tidak peduli dengan diri mereka sendiri.

Nurani akhirnya dikesampingkan, dikalahkan oleh hawa nafsu yang tersebut. Seperti layaknya seorang wanita yang lupa akan kodratnya, mereka benar-benar jadu buta. Menjadikan hawa nafsu sebagai fokus utama kehidupan," jelas Mamu mengenai pementasan.

Putri yang memerankan tokoh "Nurani" mengatakan bahwa ini merupakan sebuah tantangan yang baru baginya.

"Disini saya harus benar-benar membuat penonton bisa memahami arti nurani dengan peran yang saya mainkan, apalagi  ini pementasan tingkat nasional," tutur Putri.

Teguh Hamzah yang menjadi kepala artistik pementasan juga berpendapat hal yang sama dengan Mumu dan juga Putri, dia mengatakan walau tata panggung Nurani sangat sederhana tapi ada koordinasi yang kuat disetiap lingkup artistik.

"Panggung Nurani memang terlihat simpel, karena kita hanya menyusun trap dan sebuah kursi ditutupi sebuah kain, tapi disini saya juga harus memantau kecocokan pencahayaan dan juga musik supaya masuk dalam pementasan yang diharapkan oleh sutradara, jadi semuanya harus bekerja komplek." Tegas Teguh.

Dia juga menambahkan jika pementasan ini merupakan hal yang sangat berguna bagi tim untuk mengasah kemampuan dan juga mental dengan melihat pementasan dari kawan-kawan teater kampus lainya.

"Luar biasa ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan dari kawan-kawan teater kampus yang hadir di festival ini. Tentu ini menjadi hal yang berharga untuk kita bawak pulang ke Aceh dan membaginya kepada kawan-kawan disana." Tutup Teguh.

Posting Komentar untuk "Pementasan Nurani Teater Nol Terbaik di Nasional"