-->

Corona, Cinta Terpendam Mahasiswa



Corona, Cinta Terpendam Mahasiswa
2020 Corona hadir di Dunia, walaupun jauh sebelum itu banyak beredar konspirasi bahwa dia sudah bersembunyi entah dimana, yang pasti dia sukses mengahancurkan kejumawaan manusia. Dari Negara yang adidaya sampai Negara yang sedang maju katanya (Indonesia) juga terkena.

Dampak yang timbul bukan hanya pada kesehatan, membungkuknya perekonomian membuat berbagai Negara waspada sampai-sampai harus membuat pembatasan sosial dan keagamaan.

Sampai saat artikel ini di publish, Indonesia tercatat memiliki korban postif Corona di angka 13 Ribuan, dan di Dunia angkanya hampir mencapai 4 Jutaan, yang membuat para ilmuan di Dunia balap-balapan untuk mencari vaksin kesembuhan.

Namun, dibalik ratapan kesedihan ada cerita yang perlu kita unggah dari sudut pandang pelajar dan mahasiswa Indonesia (tidak semuanya ya). Kebahagian seakan terlihat jelas pada wajah mereka yang diberikan liburan, walau ada mimik yang membosankan karena uang jajan harian tidak didapatkan (anak SD nih). Apalagi, konon katanya para mahasiswa loncat-loncatan karena permintaan mereka untuk mendapatkan kuota gratis internetan dikabulkan.

Bau-bau cinta tehadap Corona udah ada nih?

Mungkin sekelas mahasiswa masih malu-malu mengungkapkannya, tidak seperti adiknya para pelajar SMA yang terang-terangan konvoi dan hura-hura saat merayakan kelulusan karena kemudahan Corona. Ya, ngak wajar juga sih jika mahasiswa konvoi bareng-bareng karena dapat kuota haha.

Tapi, ibarat cinta yang terpendam tidak terlihat namun terasa. Efek kemudahan Corona juga menghampiri mahasiswa, belajar online, seminar/sidang online, dan wisuda online. Tidak terbayang bagaimana perasaan mahasiswa yang dulu harus merasakan suasana interogasi saat melakukan sidang akhir.

Belum lagi pengurusan surat-menyurat yang dipermudahkan, disitu mahasiswa mulai cinta terhadap Corona?
Hmm, Tentu tidak bukan? Kita semua tau bahwa Corona ini ada dengan kehendak Allah, dan dari setiap musibah pasti akan ada hikmah tertentu yang diberikan. Salah satu hikmah dan nikmat juga Allah berikan untuk para pelajar dan mahasiswa.

Maka sepatutnya dengan kejadian ini para pelajar dan mahasiswa harus semakin cinta kepada Allah, karena bukti bahwa di tengah kesulitan juga akan ada kemudahan. Jadi, judul tentang Corona Cinta Terpendamya Mahasiswa itu salah ya.

Sekian..

Tapi, ngomong-gomong siapa di sini yang kegirangan saat kampus membagikan kuota? hehe