-->

Peradaban Pemuda 2020

Peradaban Pemuda 2020

Dulu, saya saya sangat mengidolakan seseorang yang sangat energik, penuh prestasi, dan menginspirasi. Ya, sebuah sosok yang disebut sebagai pemuda, yang mana titel tersebut sudah melekat pada diri saya dan juga rekan muda tentunya. Tapi, apakah pemuda zaman sekarang patut menjadi sosok yang menginspirasi?

Ssst..! tunggu dulu, jangan buru-buru hehe. Kita mulai ulang deh, dengan memberi salam.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, semoga rekan muda selalu dalam rahmat Allah SWT. Ya, kali ini saya ingin sedikit beropini tentang peradaban pemuda saat ini. Tidak muluk-muluk untuk membahas pemuda di dunia, saya hanya ingin membahas pemuda yang ada di Indonesia saja.

Apalagi nih, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pemuda di Indonesia mencapai 63,82 Juta dan itu data tahun 2018, yang mana pada tahun 2020 ini pemerintah lagi gencar-gencarnya ingin melakukan sensus penduduk terbaru, namun sayangnya keburu ada Corona.

Wah, kok jadi melebar ya pembahasanya? Haha okelah kita kembali lagi.

Jadi, dengan jumlah pemuda Negara kita yang cukup banyak, itu seakan menjadi suplemen penyemangat bagi Indonesia, terlihat jelas saat pemerintah memakai para pemuda di Istana Merdeka. Yups, mereka diberi nama Staf Khusus Milenial, katanya sih para Stafsus ini menjadi wajah perwakilan milenial Indonesia. Dan banyak para milenial ikut berbangga diri pada saat itu (padahal yang diangkat orang lain loh hehe).

Tapi sangat di sayangkan, belum juga berbuat apa-apa untuk para milenial di Indonesia, para Stafsus ini malah bertingkah, dari terkena skandal penyalahgunaan jabatan sampai ada isu proyek orang dalam, wow! Tidak bisa kita bayangkan perasaan para milenial yang ikut berbangga tadi.

Nah, kisah singkat Staftus di atas tidak kalah menarik dengaan para Influencer muda Indonesia loh! Ya, tidak kalah kontroversinya haha..

Dari Selebgram, Selebtwit, Tiktokers, Sampai YouTubers seakan-akan punya perwakilan untuk membuat sensasi di tengah bulan suci Ramadhan ini. Parahnya lagi, mereka ini lebih terkenal daripada Stafsus (hmm kasian ngak sih), dan bisa ditonton dan dicontoh oleh anak-anak dibawah umur juga loh. Gimana coba nasib Negara ini?

Santuy aja kali, karena ibarat kata nih “gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga” nyambung ngak sih? Disambung-sambungin aja ya hehe. Intinya dibalik beberapa pemuda yang membuat nama baik milenial itu rusak. Tetapi di luar sana masih lebih banyak lagi pemuda-pemuda yang patut dijadikan Isnpirasi, salah satunya mungkin rekan muda.

Sekian, jika artikel ini bermanfaat jangan lupa share ya. Dan bagi rekan muda yang ingin opininya dimuat Kilas Pemuda, bisa kirim via email (kilaspemuda@gmail.com) kok. Terima kasih.