Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Situasi di Mana Kamu Harus Tetap Diam

“Diam bukan hanya bermanfaat bagi rekan muda, tapi juga bisa ber-efek baik bagi orang lain di sekitar rekan muda.”

Mengekspresikan pendapat adalah keterampilan yang berharga. Ada banyak situasi di mana berbicara adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk diri kita sendiri dan orang lain.

Namun, pada saat yang sama, ada situasi lain di mana kita harus tetap diam, dan belajar mengidentifikasi situasi untuk diam tidak kalah berharganya.

Jadi, kapan Kamu tidak boleh berbicara? Dan, Kapan Kamu harus memilih untuk diam?

1. Saat tidak bisa berpikir jernih

Kasus pertama ketika Kamu tidak boleh berbicara alias diam adalah ketika Kamu kesulitan berpikir jernih. Ini bisa karena banyak alasan. Mungkin Kamu lelah atau di bawah pengaruh atau penuh kemarahan atau penuh kecemasan.

Dalam situasi ini, diam adalah pilihan terbaik. Cobalah menunggu sebentar sebelum mengutarakan pikiran Kamu. Jika tidak diam dan tenang, mungkin Kamu akan mengatakan sesuatu yang akan Kamu sesali setelahnya.

Diam akan memberi Kamu waktu untuk berpikir lebih matang dan diam akan membuat fikiran tetap bersih seperti biasa, Kamu dapat membicarakannya nanti saat sudah lebih tenang, karena bicara ketika sedang dalam keadaan emosional akan membuat semuanya berantakan.

2. Ketika kata-katamu akan menyakitkan

Situasi kedua di mana Kamu harus memilih diam adalah ketika kata-kata Kamu lebih cenderung menyakitkan daripada berguna. Tentu, ada situasi ketika orang lain perlu mendengar kebenaran, meskipun mungkin keras, tetapi situasi ini lebih jarang terjadi daripada yang kita pikirkan.

Pertimbangkan apakah kata-kata yang ingin Kamu ucapkan akan berguna atau malah bisa menyakiti hati orang lain, jika iya demikian maka lebih baiknya diam.

Ketika kita memilih untuk menyakiti, kita sering marah atau lelah bahkan kesal, jadi sangat elok untuk merujuk ke poin pertama artikel ini yaitu dengan tetap diam.

3. Ketika pendapatmu tidak penting

Situasi berikutnya lebih baik diam adalah ketika pendapat Kamu tidak relevan. Tidak pernah mudah untuk mengakui dan menerimanya, namun diam dalam keadaan ini sangat penting, bahkan jika ego kita tidak setuju.

Diam ketika tidak cukup mengetahui tentang suatu situasi atau mungkin orang lain lebih ahli atau ketika pendapat Kamu tidak berdampak pada orang lain, jika begitu keadaanya lebih baik diam, karena diam itu adalah hal yang paling bijaksana untuk dilakukan.
"Diam merupakan jawaban terbaik bagi seseorang yang tidak menghargai perkataan rekan muda."

4. Ketika Kamu tidak memiliki cukup bukti

Tentu, dalam beberapa situasi kita bebas untuk berspekulasi dan berbicara bahkan jika kita tidak memiliki bukti. Namun, ini tidak selalu benar. Ketika kita berbicara tentang sesuatu yang kemungkinan besar akan berdampak buruk pada orang lain, misalnya, pada tampilan fisik dan mental mereka, kita tidak boleh memberikan informasi yang tidak pasti. Maka baiknya kita memilih diam.

Desas-desus mungkin baik-baik saja dalam beberapa konteks, tetapi jika desas-desus kita dapat memengaruhi keputusan besar, sebaiknya ambil keputusan untuk diam.

Katakanlah, misalnya bahwa seseorang sedang mempertimbangkan apakah akan menggunakan obat yang dapat membantu mereka. Sebaiknya jangan membawa rumor dan mengatakan bahwa obat itu akan memiliki efek samping, kecuali Kamu yakin itu fakta dan bukan rumor.

5. Ketika diminta untuk tidak berbicara

Diminta untuk tetap diam adalah hal yang sulit. Sebagai contoh, Kamu diminta untuk mengambil kursi belakang dalam beberapa situasi, misalnya dalam beberapa konteks pekerjaan atau dalam keadaan lain, dan itu dapat membuat kita ingin angkat bicara dan tidak mau diam.

Namun, yang terbaik adalah menahan dorongan itu dan bukannya emosi. Coba fikirkan mengapa kita diminta untuk diam? Bukankah mendengarkan dan belajar juga bisa baik dalam situasi ini.

6. Saat kamu tidak punya apa-apa untuk dikatakan

Hanya karena merasa harus menambahkan sesuatu, bukan berarti harus menambahkannya. Sebaliknya, mungkin harus mendukung apa yang dikatakan orang lain. Mungkin terasa canggung mengatakan bahwa Kamu tidak memiliki sesuatu untuk ditambahkan, tetapi biasanya lebih baik diam daripada bicara demi bisa berbicara. Diam sejenak dan biarkan diri Kamu mengakui bahwa memang tidak ada yang perlu ditambahkan.
"Hati-hati dengan perkataan rekan muda, begitu dikeluarkan, itu hanya bisa dimaafkan, bukan dilupakan"

Posting Komentar untuk "6 Situasi di Mana Kamu Harus Tetap Diam"