Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Tips Keuangan untuk Pemuda

"Bagaimana cara memulai menabung dan berinvestasi untuk masa depan rekan muda?"


Sayangnya, masalah keuangan pribadi bukanlah mata pelajaran yang wajib dipelajari di sekolah menengah atau perguruan tinggi. Kurangnya pendidikan keuangan dasar ini membuat banyak pemuda tidak mengerti tentang bagaimana mengelola keuangan mereka, mengajukan kredit, dan mengambil hutang. Di luar negeri masalah keuangan mulai diatasi dengan mewajibkan siswa sekolah menengah untuk mengambil kursus keuangan pribadi, dan mengharuskan mereka mengambil kelas ekonomi.

Itu akan membantu setidaknya sebagian dari generasi berikutnya, tetapi untuk semua orang yang telah lulus SMA, mari kita lihat tujuh hal terpenting untuk dipahami tentang keuangan pemuda. Kiat-kiat keuangan ini dirancang agar membantu rekan muda menjalani kehidupan keuangan terbaik dan memanfaatkan fakta bahwa semakin muda rekan muda, maka semakin banyak waktu untuk menabung dan semakin besar investasi rekan muda bertumbuh.

KUNCI KEUANGAN PEMUDA
  • Sayangnya, kelas berjudul “Keuangan untuk Pemuda” biasanya bukan bagian dari kurikulum sekolah menengah.
  • Meluangkan waktu mempelajari beberapa aturan keuangan dapat membantu membangun masa depan keuangan yang sehat.
  • Belajar mempersiapkan pengeluaran keuangan tahunan sendiri untuk menghemat uang.
  • Mulailah dana darurat keuangan dan bayar ke dalamnya setiap bulan, meskipun jumlahnya kecil.
  • Menabung untuk masa pensiun adalah bagian dari rencana keuangan, dan memulai dari usia muda akan memberi waktu lebih untuk menabung lebih banyak.

1. Pelajari Pengendalian Diri


Pemuda beruntung adalah pemuda yang mendapatkan keterampilan pengendalian diri saat masih kecil. Jika ada pemuda belum pernah tahu cara mengendalikan diri, ingatlah bahwa semakin cepat mempelajari seni menunda kepuasan, semakin cepat akan merasa mudah untuk mengatur keuangan pribadi. Meskipun seorang pemuda dapat dengan mudah membeli barang secara kredit begitu menginginkannya, tapi lebih baik menunggu sampai benar-benar menabung uang untuk pembelian tersebut. Pemuda bijak tidak akan ingin membayar bunga demi celana jins atau sekotak sereal!

Jika seorang pemuda terbiasa melakukan pembelian dengan kartu kredit meskipun tidak dapat membayar tagihan secara penuh di akhir bulan, maka pemuda tersebut mungkin masih akan membayar barang-barang itu dalam 10 tahun kedepan.

2. Kendalikan Masa Depan Keuangan


Pemuda yang tidak belajar mengelola keuangan sendiri, maka orang lain akan mengatur keuangan pemuda tersebut dengan cara salah. Banyak orang di luar sana mungkin berniat buruk, seperti perencana keuangan berbasis komisi tidak bermoral. Orang lain mungkin bermaksud baik tetapi pemuda ini mungkin tidak tahu apa yang mereka lakukan tentang keuangan dirinya.

Daripada mengandalkan nasihat dari orang lain, lebih baik belajar dan bacalah beberapa buku dasar tentang keuangan pribadi. Pemuda yang dipersenjatai dengan pengetahuan, tidak akan membiarkan siapa pun membuatnya lengah—entah itu orang penting yang perlahan-lahan menyedot rekening banknya atau teman yang ingin pergi keluar dan menghabiskan banyak uang bersama mereka setiap akhir pekan.

3. Tahu Kemana Uang Pergi


Pemuda yang sudah membaca beberapa buku keuangan pribadi, akan menyadari betapa pentingnya memastikan bahwa pengeluaran tidak boleh melebihi pendapatannya. Cara terbaik dalam melakukannya adalah dengan penganggaran.

Selain itu, menjaga pengeluaran bulanan serendah mungkin dapat menghemat banyak uang dari waktu ke waktu. Bahkan bisa dengan mudah kedepannya membeli sebuah rumah sederhana untuk ditinggali.
Tip: Memahami bagaimana uang bekerja adalah langkah pertama agar membuat uang bekerja untuk rekan muda.

4. Mulai Dana Darurat


Salah satu mantra keuangan pribadi paling sering diulang adalah “ bayar diri sendiri terlebih dahulu .” Tidak peduli berapa banyak hutang seorang pemuda dalam pinjaman mahasiswa atau hutang kartu kredit, dan tidak peduli seberapa rendah gaji pemuda tersebut, adalah bijaksana untuk menemukan sejumlah uang—sebesar apa pun—dalam anggaran untuk disimpan dalam keuangan dana darurat setiap bulan.

Pemuda yang memiliki uang di tabungan untuk digunakan dalam keadaan darurat dapat membuat keluar dari masalah finansial dan membantu tidur lebih nyenyak di malam hari. Pemuda yang terbiasa menabung untuk keuangan dana darurat akan mendapatkan lebih dari sekadar uang darurat yang ditabung—pemuda tersebut akan memiliki uang pensiun, uang liburan, atau bahkan uang untuk membeli rumah.

5. Mulai Menabung untuk Pensiun


Sama seperti orang tua saat mengirim anaknya ke taman kanak-kanak dengan harapan besar untuk mempersiapkan diri sukses di dunia walaupun masih sangat jauh kedepan, maka seorang pemuda baiknya perlu merencanakan masa pensiun jauh-jauh hari. Karena semakin cepat mulai menabung, semakin sedikit pokok yang harus diinvestasikan untuk mendapatkan jumlah yang diperlukan pensiun.

Mengapa seorang pemuda harus mulai menabung untuk masa pensiun di usia 20-an? Berikut adalah contoh Kilas Pemuda: seorang pemuda A mulai berinvestasi di pasar pada 100 per bulan, rata-rata pengembalian positif 1% sebulan atau 12% setahun, dimajemukkan setiap bulan selama 40 tahun. Sedangkan pemuda B, yang berusia sama, baru mulai berinvestasi 30 tahun kemudian dan menginvestasikan 1.000 sebulan selama 10 tahun, juga rata-rata 1% sebulan atau 12% setahun, dimajemukkan setiap bulan. Setelah 10 tahun, pemuda B akan menabung sekitar 230.000. Sementara pemuda A akan mendapatkan setidaknya di atas 1,17 juta.

6. Jaga Kesehatan


Jika memenuhi premi asuransi kesehatan bulanan tampaknya tidak mungkin, apa yang akan terjadi jika seorang pemuda harus pergi ke ruang gawat darurat—di mana satu kunjungan untuk cedera ringan seperti patah tulang dapat menghabiskan biaya ribuan dolar? Jika pemuda ini tidak memiliki asuransi, jangan menunggu hari lain untuk mengajukan asuransi kesehatan. Karena mengalami kecelakaan bisa dengan mudah terjadi seperti kecelakaan mobil atau tersandung dan jatuh dari tangga.

Pemuda harus mengambil langkah-langkah harian untuk menjaga diri agar tetap sehat—seperti makan buah dan sayuran, menjaga berat badan, berolahraga, tidak merokok, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, dan mengemudi secara defensif. Semua perilaku ini dapat menghemat tagihan medis di kemudian hari.

7. Lindungi Kekayaan


Untuk memastikan bahwa semua uang hasil jerih payah tidak hilang, seorang pemuda harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi keuangan pribadinya. Berikut adalah beberapa langkah untuk dipikirkan, bahkan jika tidak mampu membelinya sekarang:

Pemuda yang menyewa seseuatu, dapatkan asuransi penyewa agar dapat melindungi isi tempat dari kejadian seperti perampokan atau kebakaran. Baca kebijakan dengan cermat untuk melihat apa yang tercakup dan apa yang tidak.

Asuransi disabilitas melindungi aset terbesar—kemampuan untuk memperoleh penghasilan—dengan memberi seorang pemuda penghasilan tetap jika tidak dapat bekerja untuk waktu yang lama karena sakit atau cedera.

Bagi pemuda yang tidak mau mengelola keuangan pribadi, temukan perencana keuangan yang hanya membayar biaya untuk memberikan saran sesuai dengan kepentingan, daripada penasihat keuangan berbasis komisi, yang menghasilkan uang saat seorang pemuda mendaftar dengan investasi yang didukung oleh perusahaan mereka.

CATATAN KEUANGAN PEMUDA

Ingat, rekan muda tidak perlu gelar mewah atau latar belakang khusus untuk menjadi ahli dalam mengelola keuangan sebagai pemuda. Jika rekan muda menggunakan tujuh aturan keuangan dan tip keuangan ini untuk hidup sebagai pemuda, maka rekan muda dapat menjadi pribadi yang sejahtera seperti seseorang dengan gelar MBA yang diperoleh dengan susah payah di bidang keuangan.


Posting Komentar untuk "7 Tips Keuangan untuk Pemuda"