-->

8 Cara Mendekati Bos (Tanpa Melewati Batas)


Bos bisa diibaratkan seperti sebuah tas campuran. Saat rekan muda mendapatkan kerja yang baru, Bos bisa menjadi mentor yang sempurna namun juga bisa menjadi mimpi buruk total. Jika tempat bekerja memiliki Bos yang rekan muda sukai dan kagumi, maka wajar saja bila tiba-tiba rekan muda ingin memperkuat hubungan dengan Bos.

Tapi perlu diingat: ada batas tertentu saat ingin berhubungan dengan Bos! Agar membantu rekan muda menghindari melewati batas tersebut, kilas pemuda mengumpulkan delapan strategi realistis untuk mengenal Bos sedikit lebih baik.

  1. Hal pertama yang utama, membangun hubungan kerja. Jika rekan muda tidak bekerja dengan baik sebagai karyawan, maka percakapan dengan Bos bisa membuat rekan muda terlihat seperti tidak peduli dengan tanggung jawab yang ada. Akhirnya menjadi sia-sia!
  2. Tidak yakin bagaimana cara membuat kesan yang besar pada tim kerja? Bela diri sendiri sehingga Bos tahu betapa hebatnya rekan muda sebenarnya dalam menyelesaikan pekerjaan.
  3. Rekan muda juga harus yakin untuk bisa mendapatkan sisi baik dari Bos. Jangan terlalu cepat negatif thingking dulu, jika sudah duluan merasa negatif, rekan muda hanya memperburuk situasi.
  4. Serius mengembangkan hubungan yang lebih baik? Ambil inisiatif—terkadang rekan muda hanya dapat melakukan jenis percakapan yang rekan muda harus memulainya sendiri terlebih dahulu.
  5. Murahan, tapi jujur: Semua kedekatan dalam hubungan yang baik dibangun dari kepercayaan. Tampilah sederhana dan jujur namun tetaap profesional.
  6. Rekan muda juga dapat mempublish pencapaian tugas kantor, seperti tinjauan kinerja , sebagai peluang untuk jujur ​​dan transparan tentang minat dan sasaran rekan muda.
  7. Lebih baik lagi, ajukan pertanyaan tentang pekerjaan. Rekan muda tidak hanya akan belajar lebih banyak tentang pekerjaan kantor, tetapi rekan muda juga akan mendapatkan wawasan baru yang unik.
  8. Dan akhirnya, perlu diingat bahwa ini bukan tentang basa-basi! Memiliki hubungan yang lebih kuat dengan Bos berarti harus siap untuk melakukan percakapan yang sulit dan berat mengenai pekerjaan.