-->

Cara Mengatasi Kemarahan Rekan Muda

Cara Mengatasi Kemarahan

Kita semua pasti pernah mengalami kemarahan. Jika dikelola dengan benar dan terkendali, kemarahan bisa menjadi hal yang positif—bisa jadi tanda bahaya bahwa ada sesuatu yang salah, tanda untuk berubah, dan bisa menjadi motivasi diri yang baik. Tetapi jika tidak ditangani dengan benar, kemarahan dapat berubah menjadi destruktif dan berdampak negatif pada kesehatan dan hubungan sosial rekan muda.

Karena kemarahan adalah emosi yang sangat kuat, menghadapinya bisa jadi menantang sekaligus membingungkan. Berikut adalah beberapa strategi mengatur kemarahan yang terbukti bisa membantu rekan muda tetap tenang.

Cari Tau Penyebab Kemarahan Rekan Muda

Langkah pertama untuk mengatasi kemarahan adalah mengetahui apa yang membuat rekan muda marah. Rekan muda mungkin mudah tersinggung karena stres hidup, kurang tidur, atau perubahan hormonal. Perasaan marah juga bisa berasal dari gangguan mental yang mendasarinya seperti kecemasan atau depresi.

Identifikasi (dan Hindari) Pemicu Kemarahan

Jika lebih sering marah daripada tidaknya, berarti ada sesuatu hal yang spesifik memicu kemarahan rekan muda. Setiap orang memiliki pemicunya sendiri tentang hal apa yang membuat mereka marah, tetapi ada beberapa hal umum yang membuat orang sering merasakan kemarahan:
  • Seperti orang tidak menghargai perasaan rekan muda
  • Seperti rekan muda diperlakukan tidak adil
  • Rekan muda tidak berdaya
  • Rekan muda terancam atau diserang
Mampu memprediksi situasi apa yang akan memprovokasi rekan muda adalah kunci untuk mengendalikan emosi. Rekan muda mungkin tidak dapat menghilangkan segala sesuatu dalam hidup yang menyebabkan rekan muda marah dan frustrasi, tetapi mengurangi apa penyebab kemarahan yang terjadi pada rekan muda bisa sangat membantu.

Berhenti Melampiaskan Kemarahan

Banyak orang memandang melampiaskan kemarahan sebagai cara yang baik untuk meredakan kemarahan dan frustrasi yang terpendam. Tapi melampiaskan kemarahan mungkin tidak terlalu membantu seperti yang rekan muda pikirkan.

Penelitian menunjukkan bahwa alih-alih membantu rekan muda melepaskan rasa marah, ternyata melampiaskan hanya memicu api kemarahan rekan muda. Sulit untuk melupakan kekesalan jika rekan muda terus-menerus membicarakannya. Dan semakin rekan muda membicarakannya, rekan muda akan semakin marah.

Jika rekan muda ingin berbicara banyak tentang apa yang membuat rekan muda marah, mungkin ada baiknya untuk menjadwalkan beberapa sesi dengan seorang terapis, yang mungkin memiliki beberapa ide efektif untuk mengatasi kemarahan rekan muda.

Mencoba memecahkan masalah adalah ide yang bagus, tetapi tidak untuk berlarut-larut dalam kemarahan rekan muda. Cobalah untuk tenang, lakukan meditasi dengan membayangkan hal-hal baik, intropeksi diri, berolahraga, beribadah, dan jika rekan muda seorang muslim ada baiknya untuk shalat dan membaca al-quran.

Menulis Buku Harian Kemarahan

Menulis diary adalah cara yang bagus untuk curhat dengan cara yang lebih sehat. Penelitian menunjukkan bahwa menulis ketika rekan muda merasa marah tidak hanya membantu melepaskan emosi negatif, tetapi juga dapat mengurangi rasa sakit fisik. Ini dapat membantu rekan muda melihat atau memahami situasi yang memicu kemarahan dari sudut pandang yang berbeda. Menempatkan perasaan rekan muda di atas kertas juga merupakan cara sederhana untuk melacak hal-hal yang benar-benar "menekan hati rekan muda".

Banyak manfaat yang didapat saat menuliskan perasaan marah rekan muda di atas kerta. Ekspresi kemarahan yang tertulis memungkinkan rekan muda untuk secara aktif melakukan sesuatu dengan kemarahan rekan muda daripada hanya membiarkannya begitu saja dan akhirnya membuat rekan muda terus-terusan merasa buruk.

Sebuah Kata dari Kilas Pemuda

Jika rekan muda sedang berjuang untuk mengelola kemarahan, atau jika kemarahan menyebabkan masalah dalam hidup, maka rekan muda harus mempertimbangkan untuk memakai bantuan profesional. Terkadang, masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan dapat berkontribusi pada masalah mengatur kemarahan. Bicaralah dengan dokter rekan muda dan minta rujukan ke terapis atau kelas mengelola kemarahan.