-->

Jodoh Bola Kertas – Aku Suka Padamu!

Jodoh Bola Kertas – Aku Suka Padamu!

  Rani merupakan seorang karyawan wanita di pabrik pembuatan roti. Suatu hari saat dia pulang kerja, ia berjalan keluar dari pabrik dengan karyawan lainnya. Tiba-tiba, sesuatu "jatuh" dari langit, ia tak bisa mengelak, dan mengenai kepalanya. Rani sangat marah sehingga dia mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah bola kertas. Dia melihat sekeliling dan tidak tahu siapa yang melempar kertas tersebut.
  
  Malam itu, tiba-tiba ponsel Rani masuk pesan WhatsApp, dan ketika dia melihatnya, id WhatsApp tersebut bernama "Tampan" yang meminta Rani agar menambahkan kontak orang asing tersebut. Karena penasaran, Rani pun menambahkannya. Tak lama kemudian, keduanya mengobrol bersama. Rani ternyata merasa senang saat berbicara dengan orang asing itu karena dinggap humoris, jadi dia juga dengan sengaja terus bergaul dengannya.
  
  Dalam sekejap mata, setengah bulan berlalu, dan keduanya sepakat untuk bertemu. Saat bertemu, Rani hampir pingsang karena bahagia, karena ternyata orang asing tersebut adalah Andi, karyawan yang juga kerja di pabrik. Akhirnya, tidak butuh waktu lama bagi keduanya untuk bersama.
  
  Keesokan hari, Andi mengundang Rani untuk makan malam. Rani memberanikan diri untuk mengganggu Andi dan bertanya bagaimana dia menyukainya.
  
  Ekspresi Andi berubah sedikit tidak wajar, dan dia bertanya kembali pada Rani apakah dia ingin mendengar kebenaran atau kebohongan.
  
  Dengan lembut membuka mulutnya, Rani pun berkata, “Tentu saja Saya ingin tau kebenarannya!”
  
  Andi tersenyum dan berkata, “Karena…karena aku sudah banyak mengetahui kekurangan wanita lain sebelumnya, tidak dengan dirimu. Kekurangan dirimu menjadi kesempurnaan bagiku”
  
  Rani langsung senang, dan bicara dalam hati: "Jadi, aku gadis yang sempurna?"
  
  Andi melanjutkan ceritanya, dan berkata dengan malu, "Bukan itu masalahnya. Saya berada di lantai atas hari itu dan kamu berada di bawah." .Tiba-tiba, ada ide. Karena saya belum berani menjumpaimu secara langsung, saya hanya bergantung pada "nasib dan takdir", jadi saya mengambil selembar kertas dan meremasnya menjadi bola. 'Melempar ' kepadamu..."