-->

Profil Inspiratif PV Sindhu

PV Sindhu adalah salah satu olahragawan terbesar di India.

Profil Inspiratif PV Sindhu
PV Sindhu saat memamerkan medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020
Sindhu merupakan salah satu tokoh olahraga yang sangat populer di India karena prestasi yang ia raih, terbaru dia menyumbangkan medali perunggu untuk India di Olimpiade Tokyo 2020.

Jadi baca sampai selesai ya untuk mendapatkan inspirasi.

Pengantar

Pusarla Venkata Sindhu (PV Sindhu) lahir pada 5 Juli 1995 dari pasangan PV Ramana dan P. Vijaya di Hyderabad, Telangana, India.

Kedua orang tuanya adalah pemain bola voli profesional.

Sindhu memiliki kakak perempuan, PV Divya, yang bekerja sebagai dokter dan Sindhu adalah anak bungsu dalam keluarga.

Pada tahun 2000, ayahnya, Ramana dianugerahi Penghargaan Arjuna.

Sindhu sangat tertarik bermain bulu tangkis tidak seperti orang tuanya yang tertarik bermain bola voli.

Ketika dia baru berusia delapan tahun, dia menyadari hasratnya untuk bermain bulu tangkis.

Karena kedua orang tua Sindhu merupakan olahragawan, mereka dengan sepenuh hati mendukungnya untuk berkarir di bulu tangkis dan dia sangat beruntung memiliki orang tua yang mendukung.

Terinspirasi oleh Pullela Gopichand

Sindu bersama Gopichand
PV Sindu bersama mentornya Pullela Gopichand
Sindhu sangat terinspirasi oleh Pullela Gopichand dari Hyderabad, yang memenangkan Kejuaraan Bulu Tangkis Terbuka All England pada tahun 2001.

Pada tahun 2004, ia bergabung dengan Akademi Bulu Tangkis Gopichand yang terkenal di Hyderabad, di mana ia menerima pelatihan dari idolanya, Gopichand.

Gopichand membantu Sindhu menyadari potensi dan kemampuannya yang sebenarnya.

Sindhu biasa bangun setiap hari pada pukul 3:30 dini hari dan menempuh jarak 56 kilometer dari rumah dengan skuter ayahnya untuk mencapai Akademi Bulu Tangkis Gopichand.

Dan dia biasa memulai sesi latihan bulu tangkisnya pada pukul 4:30 pagi.

Setelah sesi selesai, Sindhu biasa sampai di sekolah pada pukul 08.30.

Dan setelah menyelesaikan sekolahnya pada pukul 15:30, ia kembali pergi ke Akademi Bulu Tangkis Gopichand pada pukul 16:30 dan mulai berlatih bulu tangkis lagi.

Rutinitas ini berlangsung selama empat tahun.

Kemudian, keluarganya pindah untuk tinggal di dekat Akademi Bulu Tangkis Gopichand untuk kenyamanannya.

Sindhu tidak pernah mengabaikan sekolahnya, ia selalu membagi waktu sekolah dengan bermain bulu tangkis secara bersamaan.

Sindhu menempuh pendidikan di Bachelor of Commerce dari St Ann's College, Mehdipatnam, Hyderabad dan kemudian menyelesaikan Master of Business Administration.

Debut internasional

Pada tahun 2009, Sindhu membuat debut internasional pertamanya.

Dia berlatih bulu tangkis dengan sangat tekun bahkan bahkan dia berlatih pada hari Minggu dan hari libur.

Kini, kerja keras Sindhu terbayar, karena dia sudah sukses memenangkan banyak gelar kejuaraan bulu tangkis.

Menghilangkan kecanduan smartphone

Ketika Sindhu berusia sekitar 21 tahun, pelatihnya, Gopichand menyarankannya untuk menjauh dari ponselnya, karena dapat menghilangkan fokus.

Kemudian Sindhu tidak pernah menggunakan ponsel selama delapan bulan lamanya.

Ini membuktikan bahwa Sindhu sangat berdedikasi dan memiliki komitmen terhadap permainan bulu tangkis.

Pada tahun 2010, Sindhu ikut berpartisipasi dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia Junior dan Piala Thomas & Uber 2010.

Awal dari kisah kemenangan

Pada tanggal 7 Juli 2012, Sindhu memenangkan Asian Youth under 19 Championship dan menduduki peringkat 3 rd pebulu tangkis junior di Federasi Bulutangkis Dunia.

Pada tahun yang sama, ia mengalahkan Li Xuerui dari China, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade London 2012 di perempat final turnamen Li Ning China Masters Super Series.

Sindhu menarik perhatian semua orang ketika dia mengalahkan seorang juara Olimpiade Li Xuerui, dan keberhasilan ini memotivasi dia untuk berlatih lebih keras lagi.

Tahun 2013 ia memenangkan gelar mayor pertamanya (gelar Grand Prix Gold) di gelar terbuka Malaysia.

Pada 8 Agustus 2013, Sindhu menjadi tunggal putri India pertama yang meraih juara di Kejuaraan Dunia Federasi Bulu Tangkis Dunia.

Dan pada 1 Desember 2013, dia juga memenangkan gelar Macau Open Grand Prix Gold.

Pada tahun 2013, Sindhu menduduki peringkat 11 dunia sebagai pebulu tangkis tunggal putri.

Menerima banyak penghargaan bergengsi

Sindhu mendapatkan Penghargaan Arjuna
PV Sindhu saat menerima Penghargaan Arjuna
Pada tahun 2013, Sindhu dianugerahi Penghargaan Arjuna, penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah India untuk mengakui prestasi luar biasa dalam olahraga.

Ia menjadi penerima Arjuna Award kedua di keluarganya.

Sindhu menerima penghargaan bergengsi ini di usia yang relatif muda, yaitu 18 tahun.

Pada tahun 2014, ia memenangkan gelar FICCI Breakthrough Sportsperson of the Year 2014. Federasi Kamar Dagang dan Industri India (FICCI) adalah organisasi non-pemerintah dan nirlaba di India.

Dan pada tahun 2015, Sindhu menerima Padma Shri, penghargaan sipil tertinggi keempat di India.

Setahun kemudian, dia dianugerahi Rajiv Gandhi Khel Ratna (Penghargaan Rajiv Gandhi Khel Ratna dalam Olahraga dan Permainan), penghargaan olahraga tertinggi di India.

Membuat sejarah

Pada tahun 2016, Sindhu memenangkan medali perak di Olimpiade Musim Panas 2016 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil.

Di semifinal, ia bermain melawan Nozomi Okuhara dari Jepang.

Sindhu mengalahkan Nozomi Okuhara dengan permainannya yang luar biasa dan mencapai final, di mana dia menghadapi Carolina Marín dari Spanyol.

Sindhu kalah dalam pertandingan setelah memberikan perjuangan yang terbaik sehingga dia memenangkan medali perak.

Dia menciptakan sejarah dengan menjadi wanita India pertama yang memenangkan medali perak bulu tangkis di olimpiade.

Sayangnya, tepat sebelum Olimpiade, Sindhu mengalami patah tulang karena stres di pergelangan kakinya dan bahkan tidak bisa bergerak.

Tapi dia tidak menyerah dan berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas dan memenangkan medali perak di Olimpiade Rio.

Memenangkan emas

Sindhu juara Dunia BWF 2017
PV Sindhu jadi wanita India pertama yang Juarai  Kejuaraan Dunia BWF
Pada tahun 2017, Sindhu kehilangan medali emas di Kejuaraan Dunia BWF yang diadakan di Emirates Arena di Glasgow, Skotlandia setelah kalah dari Nozomi Okuhara dari Jepang di final.

Hal ini memotivasinya untuk berlatih lebih keras dan akhirnya, pada 25 Agustus 2019 ia berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Dunia yang diadakan di Basel di Swiss.

Dalam pertandingan final ini, Sindhu mengalahkan Nozomi Okuhara dari Jepang dengan kemenangan 21–7, 21–7.

Nozomi Okuhara tidak berkutik atas hantaman Sindhu pada pertandingan hari itu.

Sindhu hanya membutuhkan waktu 38 menit untuk memenangkan pertandingan dan menciptakan sejarah.

Sindhu terlatih dengan baik untuk memainkan reli panjang dan ini membantunya di final, seperti halnya orang Jepang, pertandingan biasanya akan berlangsung lama.

Dia memenangkan pertandingan karena sejak awal pertandingan, dia sangat waspada dan fokus dan sangat siap untuk apa pun karena dia tahu pentingnya pertandingan.

Dan sepanjang pertandingan, Sindhu tidak pernah mengendurkan cengkeramannya pada pertandingan dan ini membantunya untuk memenangkan pertandingan.

Dia menjadi orang India pertama yang memenangkan emas di Kejuaraan Dunia.

Sindhu akhirnya mewujudkan mimpinya yang telah lama didambakan untuk menjadi pemain bulu tangkis nomor satu dunia. Setelah memenangkan emas, dia menjadi superstar pebulu tangkis India bahkan dunia.

Memberikan yang terbaik

Sindhu memenangkan Kejuaraan Dunia karena dia memberikan yang terbaik dalam pertandingan.

Dia merasa bahwa menang dan kalah adalah hal wajar dalam kompetisi yang penting usaha dan latihan dengan sepenuh hati.

Sindhu meraih total lima medali kejuaraan dunia, yang terdiri dari satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

Peningkatan Level

Sebelum memenangkan medali emas di Kejuaraan Dunia, Sindhu menghadapi beberapa kritik karena ia hanya mampu memenangkan medali perak dan perunggu tetapi tidak medali emas.

Kritik ini memotivasi dia untuk memenangkan emas.

Sindhu mengatakan bahwa pasang surut (menang dan kalah) sangat umum dalam permainan.

Dia merasa tidak enak ketika dia kalah dalam pertandingan tetapi dia tidak pernah kehilangan harapan dan percaya pada dirinya sendiri bahwa lain kali dia pasti akan memenangkan medali emas dengan melatih dirinya lebih keras.

Dan di pertandingan terakhir di mana Sindhu memenangkan emas, dia berpikir bahwa dia akan memberikan yang terbaik tanpa terlalu memikirkan hasilnya dan dia bermain seratus persen, karena itu adalah satu-satunya hal yang mungkin dia lakukan.

Pola pikir positif inilah yang membuatnya mampu memenangkan pertandingan dengan gemilang.

Empat tahun yang panjang

Sindhu juara bulu tangkis dunia 2019
PV Sindhu saat meraih emas piala dunia bulu tangkis 2019
Butuh empat tahun yang panjang bagi Sindhu untuk memenangkan medali emas. Dia sedih ketika dia kalah empat kali di final tetapi dia tidak pernah berhenti percaya pada dirinya sendiri.

Orang tuanya mendukungnya dan memotivasinya dengan mengatakan bahwa kalah dalam pertandingan bukanlah bencana, karena kekalahan itu mengajarkan banyak pelajaran bagus yang membantu untuk membuat comeback yang hebat.

Menang di Olimpiade Tokyo 2020

Pada 1 Agustus 2021, Sindhu memenangkan medali perunggu sehingga menjadi wanita India pertama yang memenangkan dua medali Olimpiade.

Pelatihnya, Park Tae-sang memainkan peran penting dalam kesuksesan ini. Park Tae-sang berasal dari Korea Selatan dan merupakan pensiunan pemain bulu tangkis.

Menjadi selebriti

Ketika Sindhu masih muda, dia terinspirasi oleh selebriti karena orang-orang meminta tanda tangan dan foto mereka dan dia juga ingin menjadi selebriti suatu hari nanti.

Akhirnya, dia menjadi selebriti, berkat kesuksesannya yang luar biasa.

Peran orang tuanya

Sindhu sangat berterima kasih kepada orang tuanya, Ramana dan Vijaya karena mereka memainkan peran yang sangat penting dalam hidupnya dan menghubungkan kesuksesannya dengan motivasi dan dukungan yang diberikan oleh mereka.

Dia meminta orang tua lain untuk mendukung anak-anak mereka dalam olahraga apa pun yang mereka minati, karena seorang anak akan berhasil dan akan termotivasi untuk bekerja keras hanya dengan dukungan orang tuanya.
Orang tua tidak bisa begitu saja menitipkan anak-anak mereka di akademi dan mengharapkan mereka menjadi sukses dalam semalam; orang tua juga harus mendukung anak-anak mereka dengan segala cara dan berkorban untuk anak-anak mereka, jika mereka benar-benar ingin anak-anak mereka tumbuh dalam karir mereka.
Dan orang tua juga harus mewaspadai anak-anaknya.

Karena Sindhu menjadi sosok motivasi bagi banyak anak, banyak anak ingin meniru kesuksesannya.

Sindhu menyarankan mereka untuk mencintai olahraga dan percaya pada diri mereka, harus bekerja keras dan berkorban.

Kekuatan terbesar Sindhu

Kesuksesan PV Sindhu
PV Sindhu kini sudah menjadi salah satu pebulu tangkis wanita terpopuler di dunia
Salah satu kekuatan terbesar dari Sindhu adalah sikap pantang menyerahnya di mana dia memainkan setiap pertandingan dengan mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya.

Berkat sikap ini, dia telah memenangkan banyak pertandingan sejak kecil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa pencapaian terbaik yang diraih PV Sindhu?

PV Sindhu meraih banyak prestasi gemilang dalam karir bulu tangkisnya. Antara lain:
  • Dia adalah wanita India pertama yang mendapatkan medali perak Olimpiade.
  • Pada tahun 2021, ia menjadi wanita India pertama yang memenangkan dua medali Olimpiade.
  • PV Sindhu adalah orang India pertama yang menjadi Juara Dunia Bulu Tangkis.
  • Dia adalah orang India pertama yang memenangkan emas di Kejuaraan Dunia.
  • PV Sindhu adalah orang India pertama yang memenangkan dua medali berturut-turut di Kejuaraan Badminton Dunia BWF.
  • Dia adalah orang India pertama yang memenangkan Korea Open.
Berapa medali yang diperoleh PV Sindhu?

Secara keseluruhan, PV Sindhu meraih sekitar 21 medali. Dia memenangkan:
  • 5 medali di Kejuaraan Dunia
  • 3 medali di Commonwealth Games
  • 3 medali di Kejuaraan Junior Asia
  • 2 medali di Asian Games
  • 2 medali di Asian Games Selatan
  • 2 medali di Piala Uber
  • 2 medali di Olimpiade
  • 1 medali masing-masing di Kejuaraan Asia dan Commonwealth Youth Games.
Apa kualitas PV Sindhu?

PV Sindhu memiliki banyak kualitas hebat yang membantunya menjadi sangat sukses. Beberapa dari kualitas itu adalah:
  • Tidak pernah menyerah. PV Sindhu tidak menyerah bahkan setelah menderita patah tulang stres dan kemudian memenangkan medali perak di Olimpiade.
  • Berlatih dengan baik. Hanya karena latihan keras dia mampu memenangkan begitu banyak pertandingan.
  • Bercita-cita tinggi. PV Sindhu bermimpi menjadi pemain bulu tangkis nomor satu dunia dan dia akhirnya menjadi.
  • Ikuti passion. PV Sindhu mengikuti kegemarannya bermain bulu tangkis.
  • Mulai lebih awal. Dia bermain bulu tangkis sejak usia muda.
  • Pilih mentor yang tepat. PV Sindhu memilih Pullela Gopichand sebagai pelatihnya dan dia membantunya menyadari potensi dan kemampuannya yang sebenarnya.
  • Bangun pagi-pagi. Dia biasa bangun setiap hari jam 3:30 pagi untuk berlatih bulu tangkis.
  • Tepat waktu. PV Sindhu berlatih bahkan pada hari libur.
Siapa ayah dari PV Sindhu?

Pusarla Venkata Ramana (PV Ramana) adalah ayah dari PV Sindhu. Dia adalah mantan pemain bola voli profesional dan pada tahun 2000, dia dianugerahi Penghargaan Arjuna.

Bagaimana pendidikan PV Sindhu?

PV Sindhu adalah lulusan Master of Business Administration (MBA).

Apakah PV Sindhu sudah menikah?

Tidak, PV Sindhu belum menikah.

Berapa gaji PV Sindhu?

Pada bulan Februari 2017, PV Sindhu ditawari pekerjaan sebagai Wakil Kolektor oleh Pemerintah Andhra Pradesh. Dan pada Agustus 2017, dia mengambil alih. PV Sindhu akan menerima gaji sekitar Rp 11.662.584 per bulan sebagai Wakil Kolektor.

Apakah PV Sindhu sudah pensiun?

Tidak, PV Sindhu belum pensiun dari bermain bulu tangkis.