-->

4 Alasan Makanan Cepat Saji Merusak Diet Anda

4 Alasan Makanan Cepat Saji Merusak Diet Anda

Makanan cepat saji bisa membuat Anda menjadi gemuk dalam seketika!

Metabolisme tubuh didorong oleh reaksi kimia dalam tubuh Anda. Metabolisme yang lebih aktif berarti bisa membakar lebih banyak kalori. Sebaliknya, ketika metabolisme Anda melambat, maka tubuh hanya membakar sedikit kalori, sehingga lebih sulit untuk menurunkan berat badan.

Ada banyak faktor yang menentukan metabolisme Anda, tetapi makanan yang kita makan juga sangat penting. Jadi mari kita lihat mengapa makanan cepat saji memperlambat metabolisme dan dapat merusak diet Anda.

Apa itu makanan cepat saji?

Makanan cepat saji adalah makanan yang melalui proses memasak yang sederhana dan cepat , seperti ayam goreng, pizza, donat, dan hamburger. Makanan sejenis ini sangat tinggi kalori dan tinggi lemak serta banyak mengandung garam. Jadi, meskipun tidak memiliki nama yang sama, mereka masuk dalam kelompok 'junk food', yang berarti makanan cepat saji.

Makanan ini jelas sederhana dan lezat, tetapi mereka akan mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda butuhkan. Ini juga mempengaruhi neurotransmiter di otak, sehingga sulit untuk mengendalikan nafsu makan Anda.

Mengapa makanan cepat saji berakibat fatal bagi diet Anda?

1. Lebih sedikit energi yang dikonsumsi untuk pencernaan

pizza merusak diet

Saat Anda makan makanan, tubuh Anda mencernanya, menyerap nutrisi, dan menyimpan energi yang dibutuhkannya. Dalam proses ini, Anda membakar kalori, yang disebut efek panas makanan dan menyumbang 10% dari konsumsi kalori harian Anda. Protein adalah nutrisi yang paling banyak menghasilkan panas metabolisme. Selain itu, makanan alami yang tidak diproses menghasilkan banyak panas makanan selama proses pencernaan. Di sisi lain, makanan olahan tinggi tidak menghasilkan banyak panas makanan. Ini perbedaan kecil, tetapi mengurangi jumlah kalori yang Anda bakar sepanjang hari, sehingga sulit untuk mengontrol berat badan Anda.

2. Efek pada Resistensi Insulin

ayam goreng merusak diet

Sebuah studi oleh lembaga penelitian obesitas menemukan bahwa 12 pria sehat yang makan makanan cepat saji tinggi lemak selama 5 hari menyebabkan resistensi insulin. Mereka yang mengunjungi makanan cepat saji setidaknya dua kali seminggu, bisa dua kali lebih cepat terkenan penyakit diabetes.

3. Efek dari minuman soda

soda merusak diet

Soda mungkin adalah cara tercepat untuk mendapatkan kalori paling banyak. Asupan fruktosa yang berlebihan dalam soda meningkatkan kadar hormon yang disebut ghrelin yang meningkatkan nafsu makan, sehingga sulit untuk mengendalikan nafsu makan. Satu studi menemukan bahwa ketika orang mengkonsumsi 25% dari asupan kalori harian mereka dari fruktosa, metabolisme mereka turun secara signifikan.

Dan dalam memakan makanan cepat saji biasanya akan selalu didampingi dengan minuman bersoda, hal ini tentu sangat berbahaya bagi diet Anda!

4. Kalori bukanlah segalanya

burger murusak diet

Saat berdiet, tubuh kita tetap memerlukan kalori. Namun, kalori yang sama memiliki efek yang berbeda tergantung pada komposisi nutrisi makanan. Kentang goreng, misalnya, mengandung garam olahan yang tidak sehat dan lemak jenuh, yang memperlambat metabolisme tubuh kita. Namun, makan dada ayam mengkonsumsi banyak kalori dalam proses pencernaan dan menekan nafsu makan dengan memberi Anda rasa kenyang untuk waktu yang lama. Karena itu, ketika menurunkan berat badan, Anda harus mempertimbangkan kualitas makanan daripada kalori.

Kesimpulan

Makanan cepat saji bisa memperlambat metabolisme dan meningkatkan risiko resistensi insulin. Makan buah-buahan dan sayuran segar dan makanan kaya protein daripada makanan cepat saji dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda.