-->

7 Makanan yang Menghilangkan Logam Berat dari Tubuh

7 Makanan yang Menghilangkan Logam Berat dari Tubuh

Hari-hari ini, kita terpapar logam berat tanpa sepengetahuan kita karena debu halus, makanan, air yang terkontaminasi, dan barang-barang rumah tangga. Karena logam berat masuk ke dalam tubuh tidak hanya melalui sistem pernapasan tetapi juga melalui air, makanan, dan kulit, satu-satunya cara untuk mencegah logam berat terakumulasi di dalam tubuh adalah dengan menguraikan/membuang logam berat dengan makanan detoksifikasi. Mari kita cari tahu makanan mana yang paling efektif menghilangkan logam berat penyebab penyakit parkinson pada anak, sindrom kelelahan kronis, penyakit paru-paru, penyakit ginjal, penyakit hati, dan banyak lagi.

1. Bawang Putih

Bawang Putih

Bawang putih adalah makanan dengan kemampuan yang sangat baik untuk menghilangkan kadmium dan merkuri, dan kemampuan detoksifikasi untuk logam berat ini sebanding dengan obat-obatan yang diresepkan oleh rumah sakit. Selain itu, bawang putih juga dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan hati dengan mendetoksifikasi zat seperti timbal dan arsenik. Selain itu, kaya akan vitamin C, vitamin B, dan mangan, sehingga Rekan muda dapat mengharapkan berbagai efek seperti menurunkan serpih, meningkatkan resistensi terhadap virus, dan menurunkan kadar kolesterol LDL.

2. Ketumbar

Ketumbar

Ketumbar berperan dalam menghilangkan logam berat seperti timbal, aluminium, dan merkuri. Menurut sebuah laporan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional and Environmental Sciences, ketumbar memiliki khasiat paling luar biasa dalam menghilangkan merkuri dari sistem saraf pusat. Ketumbar juga memiliki efek memperbaiki gangguan tidur, menurunkan gula darah dan menenangkan pikiran.

3. Air Bersih

Air Bersih

Karena air adalah detoksifikasi alami yang paling umum dan efektif, minum 8 ons (sekitar 236 ml) air bersih setiap dua jam dapat menurunkan konsentrasi semua jenis logam berat. Para ilmuwan menyarankan bahwa minum jeruk nipis atau kulit buah dalam air kemasan meningkatkan efek dekomposisi logam berat, tetapi penting untuk dicatat bahwa kulit buah atau air kemasan harus bebas dari bahan kimia atau racun lainnya.

4. Gomtang

Gomtang

Tubuh kita secara alami mensintesis zat yang disebut glutathione untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi logam berat. Namun, dianjurkan untuk melengkapi glutathione dengan kaldu tulang, karena jika kadar toksin menjadi terlalu tinggi, tubuh tidak dapat memproduksi glutathione yang cukup dan dapat mengalami malfungsi. Namun, sop tulang yang kita konsumsi hati-hati karena kaldu makanannya banyak mengandung garam dan lemak. Cara lain untuk mengisi glutathione selain minum gomtang adalah dengan berolahraga yang cukup untuk membuat Rekan muda berkeringat.

5. Makanan Kaya Pektin

Makanan Kaya Pektin

Pektin adalah jenis serat larut yang ditemukan di banyak buah-buahan dan merupakan agen pengkelat (sequestering agent) yang sangat efektif. Pektin memiliki efek yang sangat baik dalam menguraikan dan mengeluarkan timbal yang terakumulasi dalam tubuh.Dalam makalah terkait terapi alternatif yang diterbitkan pada tahun 2008, ketika anak-anak mengonsumsi suplemen pektin, kandungan timbal dalam urin meningkat 132%. Makan banyak makanan yang kaya pektin, seperti pir, apel hijau, buah jeruk, kubis, anggur, dan wortel.

6. Makanan Kaya Asam Amino

Makanan Kaya Asam Amino

Agen chelating lain yang memecah logam berat (sequestering agent) adalah asam amino. Asam amino adalah nutrisi penting untuk membuat metallothionein, yang diperlukan untuk menghilangkan merkuri dan logam beracun lainnya. Karena itulah orang yang sering terpapar logam berat disarankan untuk mengonsumsi oatmeal, bayam, wortel, lobak, pepaya, plum, anggur, dan delima yang kaya akan asam amino.

7. Makanan Kaya Sulfur

Makanan Kaya Sulfur

Belerang, yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui makanan, menarik oksigen dari air tubuh dan mengirimkannya ke membran sel dan sel, di mana logam berat, zat beracun seperti virus dan bakteri didetoksifikasi dalam prosesnya. Selain itu, karena sel kanker tidak dapat bertahan hidup dalam sistem oksigen, makanan kaya sulfur juga cukup efektif dalam mencegah dan mengobati kanker. Makanan khas yang kaya akan belerang antara lain bawang bombay, kembang kol, kubis, dan brokoli.