-->

Pak, Aku Tidak Tahan! [Cerita Lucu]

Pak, Aku Tidak Tahan! [Cerita Lucu]

        Sidu terkenal sebagai pekerja yang serius di perusahaan, tetapi tidak ada yang mau berurusan dengannya lagi. Mengapa? Karena Sidu memiliki "gangguan obsesif-kompulsif", yaitu suka memeriksa hal-hal tertentu berulang kali. Jadi siapa yang tahan?
  
        Pada suatu hari, perusahaan memberikan asrama baru untuk semua karyawan, dan tidak ada yang mau tinggal bersama Sidu. Ini membuat pimpinan cemas dan khawatir, tetapi Feri mengambil inisiatif untuk datang dan berkata sambil tersenyum: "Saya akan tinggal satu kamar dengan Sidu!”
  
        Semua orang tercengang dengan keinginan Feri untuk satu kamar dengan Sidu, tapi Feri terlihat santai dan bahkan terlihat senang.
  
        Benar saja, setiap hari ketika Feri keluar, walaupun sudah menggunci pintu Sidu selalu memeriksa kembali pintu tersebut; setelah Feri mencuci sesuatu, Sidu akan melihat apakah kerannya masih menetes; ketika Feri selesai memasak, Sidu pasti akan memeriksa apakah katup gas sudah tertutup.
  
        Feri merasa sangat senang dengan "gangguan obsesif-kompulsif" Sidu, dia merasa Sidu memperhatikan banyak hal dan peduli terhadapnya.
  
        Namun, kesenangan itu hanya sementara bagi Feri. Di tengah malam, Feri tiba-tiba melompat keluar dari asrama, bertelanjang dada dan berteriak, membangunkan semua orang. Security yang sedang bertugas di kantor itu menahan Feri dan mengatakan: "Kenapa kamu berteriak di tengah malam saat semua orang sedang tidur dengan nyenyak?"
  
        Feri menjawab dengan wajah pucat, "Pak, maafkan aku, maafkan aku. Tolong! Ganti kamarku!", "Ada apa?" Pemimpin bertanya dengan bingung, "Bukankah Sidu selalu memeriksa dan melakukan sesuatu untukmu setiap hari?"
  
        Feri terus menggelengkan kepalanya dan berkata: "Aduh! Itu karena dia terlalu serius pak. Itu sebabnya aku tidak tahan!"
  
        Melihat semua orang saling memandang, Feri terus menangis dan berkata: "Sidu pergi ke tempat tidurku di tengah malam dan meletakkan tangannya di bawah hidungku untuk mengecek apakah aku masih bernafas…”