Butuh jasa penulisan artikel dan digital marketing? Klik disini

Para Pahlawan Pada Uang Rp 50.000 [Kilas Sejarah]

Tercatat oleh sejarah baru ada 4 lembar kertas uang pecahan Rp 50.000 yang mulai dicetak masa presiden Soeharto sampai perubahan pada masa Jokowi.
Para Pahlawan Pada Uang Rp 50.000

Uang kertas lima puluh ribu merupakan uang rupiah kasta pertama di Indonesia, mengapa kasta pertama? Bagaimana dengan uang seratus ribu? Alasannya sederhana, uang 100.000 merupakan uang kertas kasta spesial, dimana gambar pahlawan dalam uang tersebut khusus untuk pendiri bangsa Soekarno – Hatta.

Nah, berbeda dengan uang 100.000, uang biru ini selalu mengalami pergantian gambar tokoh pahlawan di dalamnya. Selain menampilkan para pahlawan yang memang memilki jasa besar bagi bangsa, uang pecahan 50.000 nyatanya memang lebih disukai masyarakat, karena tidak terlalu besar dan juga kecil.

Sejauh ini, tercatat oleh sejarah baru ada 4 lembar kertas uang pecahan 50.000 yang mulai dicetak pada masa presiden Soeharto dan sampai perubahan pada presiden Joko Widodo saat ini.

Kilas Pemuda ingin sedikit mengulas kisah haru dan unik dari para tokoh pahlawan yang ada di pecahan uang 50.000 yang pernah dicetak mulai tahun 1993 sampai dengan tahun 2016.

Mungkin, sebagian orang sudah mengenal para tokoh-tokoh ini, sehingga Kilas Pemuda hanya menceritakan cerita khas dari para tokoh-tokoh pahlawan ini yang bisa saja ada rekan-rekan diluar sana yang belum mengetahuinya.

1. Ir. H. Djuanda Kartawidjaja (2016)

Uang 50.000 Ir. H. Djuanda Kartawidjaja

Viral dengan deklarasinya di sidang PBB tentang hukum laut, Djuanda menegaskan bahwa seluruh laut yang berada di sekitar kepulauan Indonesia merupakan bagian dari Negara Republik Kesatuan Indonesia (NKRI).

Deklarasi yang dibuat Djuanda tersebut dilakukan pada tahun 1957 saat Djuanda sedang menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia yang terakhir. Deklarasi yang membuat dunia tercengang tersebut dinamakan dengan Deklarasi Djuanda, dan dikenang sebagai sebuah sejarah bagi Indonesia.

Banyaknya jasa yang diberikan Djuanda untuk Indonesia, membuat dirinya diangkat menjadi pahlawan nasional berselang tidak lama setelah dia meninggal pada 7 November 1963. Djuanda diangkat menjadi pahlawan nasional pada 29 November 1963.

2. I Gusti Ngurah Rai (2005)

Uang 50.000 I Gusti Ngurah Rai

Ciung Wanara merupakan pasukan yang dipimpin Ngurah Rai untuk perang habis-habisan terakhir kalinya dengan para penjajah. Meninggal usia muda dalam perjuangan, namun Ngurah Rai banyak meninggal jasa bagi dunia militer khususnya untuk daerah Bali.

Pada saat Indonesia sudah mendekalrasikan kemerdekaan tahun 1945, Ngurah Rai dan pasukannya harus masih berjuang mengusir Belanda dari tanah Bali. Jumlah pasukan Ngurah Rai yang lebih sedikit dari Belanda tidak membuat mental mereka ciut, bahkan pasukan Ciung Wanara berhasil memukul mundur penjajah Belanda.

Namun, karena Belanda memiliki persenjataan tempur yang modern bahkan mereka juga menurunkan meriam, bom, dan pesawat tempur untuk melawan pasukan Ciung Wanara pimpinan Ngurah Rai.

Pertempuran yang sengit tersebut bahkan berlangsung sampai malam, keganasan belanda dengan alat tempur mereka yang canggih membuat seluruh pasukan Ciung Wanara termasuk Ngurah Rai sendiri Gugur secara kesatria dalam perjuangan tersebut.

Menentang segala macam bentuk tindakan penjajahan Jepang dan Belanda, serta berperan penting dalam dunia kemiliteran membuat Ngurah Rai diangkat menjadi pahlawan nasional oleh pemerintahan presiden Soeharto pada tanggal 9 Agustus 1975.

3. Wage Rudolf Soepratman (1999)

Uang 50.000 Wage Rudolf Soepratman

Seorang penyanyi musik Jazz dan lihai dalam membuat instrumen dari biola, bakat tersebutlah yang membuatnya sukses menciptakan lagu kebangsaan dan kebesaran bagi Indonesia. Lagu Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini merupakan lagu yang dia karang dengan keilmuanya yang juga sebagai seorang guru, inilah WR Soepratman.

Dalam sejarah tercatat, WR Soepratman memang tidak pernah berperang melawan penjajah dengan menggunakan senjata. Dia termasuk salah satu pahlawan intelektual yang melawan penjajah dengan ilmu keguruannya dan musik-musik yang dia ciptakan.

Maka tidak heran jika WR Soepratman sangat diburu oleh penjajah saat itu, bahkan saat menciptakan dan menyiarkan lagu terakhirnya yang berjudul “Matahari Terbit” WR Soepratman ditangkap dan di penjara, karena sakit saat dalam masa tahanan WR Soepratman meninggal pada 17 Agustus 1938.

Sedikit disayangkan dengan sikap pemerintah saat itu yang telat mengangkat WR Soepratman sebagai pahalawan nasional, WR Soepratman diangkat jadi pahlawan nasional pada 20 Mei 1970. Padahal jasanya begitu besar dalam menciptakan lagu yang menyatukan bangsa Indonesia, yang membuat darah perjuangan membara.

Namun, selain diangkat menjadi pahlawan nasional WR Soepratman juga mendapat penghargaan dari sisi hobinya bermusik. Dimana tanggal lahirnya WR Soepratman 9 Maret 1903 diresmikan sebagai hari musik nasional oleh Megawati saat menjadi presiden kelima.

4. Soeharto (1993)

Uang 50.000 Soeharto

Di Indonesia dikenang sebagai bapak pembangunan dan di Internasional dikenal dengan sebutan “The Smiling General” yang memiliki arti dengan “Sang Jenderal yang Tersenyum”, menjadi presiden Indonesia dengan jabatan terlama yakni kurang lebih 30 tahun.

Namun, samapi saat ini Soeharto belum diangkat sebagai pahlawan nasional, penyebabnya adalah karena kontroversi-kontroversi yang Soeharto lakukan saat menjabat sebagai Presiden RI ke-2. Uniknya, istri presiden Soeharto yakni Fatimah Siti Hartinah Suharto atau dikenal sebagai Ibu Tien Suharto diangkat menjadi pahlawan nasional pada 30 Juli 1996 silam.

Dibalik sejarah diktatornya, banyak peran Soeharto dalam peradaban Indonesia, bukan hanya dari segi pembangunan, tapi juga dari sektor pangan banyak swasembada yang sukses dilakukan saat Soeharto menjabat menjadi presiden.

Itulah rekam jejak para pahlawan pada uang Rp 50.000 sejak pertama kali diterbitkan. Para pahlwan di atas memiliki cara tersendiri dalam berjuang demi bangsa Indonesia, ada dengan cara kekuatan, ada dengan cara pikiran, dan dengan cara kesenian, dan apapun itu tujuan mereka sama yaitu kemerdekaan dan kemajuan Republik Indonesia. Merdeka!!

Posting Komentar

© Kilas Pemuda. All rights reserved. Developed by Jago Desain