Butuh jasa penulisan artikel dan digital marketing? Klik disini

Profit Besar, Buffet Semakin Kuasi Apple

Warren Buffett saat ini sudah mengoleksi lebih dari 40% portofolio sahamnya di Apple.
Profit Besar, Buffet Semakin Kuasi Apple
Warren Buffett mulai membeli saham Apple pada tahun 2016 melalui Berkshire Hathaway. Foto: Reuters

Warren Buffett, bapak investasi dunia tersenyum lebar ketika kapitalisasi pasar Apple melampaui $3 triliun (43.063 triliun rupiah). Dia hanya duduk manis dan menghasilkan lebih dari $120 miliar dari investasi Apple-nya.

Media Amerika Serikat seperti CNBC melaporkan pada tanggal 4/1/22 (waktu setempat) bahwa uptrend Apple dapat dicatat sebagai salah satu investasi terbesar Buffett.

Buffett mulai membeli saham Apple pada tahun 2016 melalui Berkshire Hathaway, perusahaan induk yang dia jalankan.Pada pertengahan 2018, ia menginvestasikan $36 miliar untuk meningkatkan kepemilikannya di Apple menjadi 5%. Pada saat ini, nilainya sudah mencapai $160 miliar.

"Investasi (saham) Berkshire di Apple tidak diragukan lagi menjadi salah satu yang terbesar dalam dekade terakhir ini," sebut J Shanahan, analis dari Berkshire.

Berkshire saat ini sudah menyumbang lebih dari 40% portofolio sahamnya di Apple. Berkshire juga merupakan pemegang saham terbesar Apple, tidak termasuk indeks dan penyedia dana pertukaran.

Buffett menyebut Apple sebagai perusahaan terbesar ketiga setelah asuransi dan perkeretaapian. Dia juga mengatakan bahwa iPhone Apple di masa lalu adalah "produk yang sangat lengket yang membuat orang tetap berada di ekosistem perusahaan."

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Februari 2020, dia pernah berkata, "Ini mungkin bisnis terbaik yang saya tahu. Saya tidak menganggap Apple sebagai saham. Saya menganggapnya sebagai bisnis pihak ketiga."

Buffett sering menyebutkan bahwa harga saham berubah-ubah karena tergantung pasar. Oleh sebab itu Berkshire pernah mengurangi kepemilikannya di Apple pada 2018, namun kembali membelinya pada tahun 2020.

"Investasi Berkshire di Apple dengan jelas menunjukkan kekuatan pembelian telah kembali," kata Berkshire dalam laporannya tahun 2020.

Berkshire sukses membeli kembali saham mereka dalam dua setengah tahun terakhir, mereka secara tidak langsung memiliki lebih dari 10% aset dan pendapatan Apple di masa depan dibandingkan 2018 silam.

Investasi di Apple telah memainkan peran yang sangat penting dalam membantu Berkshire mengatasi permasalahan besar yang dideritanya di bisnis lain seperti asuransi dan energi akibat dampak pandemi COVID-19.

Posting Komentar

© Kilas Pemuda. All rights reserved. Developed by Jago Desain