Butuh jasa penulisan artikel dan digital marketing? Klik disini

Selamat Tinggal Blackberry! Ponsel Favorit Obama yang Jadi Sejarah

Blackberry pernah populer sehingga menguasai sekitar 20% pasar smartphone global antara 2009 dan 2010. Pada tahun 2022 Blackberry resmi tutup.
Selamat Tinggal Blackberry! Ponsel Favorit Obama yang Jadi Sejarah
Saat masih menjabat sebagai presiden Amerika Serikat Barack Obama selalu setia menggunakan BlackBerry versi terbaru. Foto: AFP

BlackBerry, yang dikenal sebagai 'ponsel Obama' karena digunakan oleh mantan Presiden AS Barack Obama, resmi dihentikan produksinya mulai tanggal 4 (waktu setempat).

Menurut Bloomberg pada tanggal 4/1/22, BlackBerry mengumumkan akan menghentikan layanan untuk sistem operasi (OS) BlackBerry 7.1 dan versi sebelumnya, perangkat lunak BlackBerry 10, dan BlackBerry Playbook OS 2.1. Menurut BlackBerry, panggilan, pesan, dan aplikasi seperti BlackBerry Bold, Storm, dan Passport dengan OS yang sesuai tidak bisa bekerja secara stabil.

Blackberry, sebuah perusahaan Kanada, pernah menjadi sangat populer sehingga menguasai sekitar 20% pasar smartphone global antara 2009 dan 2010. Blackberry yang memiliki fitur keyboard QWERTY fisik dan BBM (Blackberry Messenger), memiliki pangsa pasar yang lebih tinggi dibandingkan iPhone di akhir tahun 2000-an. Secara khusus, BlackBerry sangat populer di kalangan profesional dan politisi, dan mantan Presiden AS Obama juga senang menggunakan BlackBerry.

Namun, dengan munculnya smartphone iPhone dan Android, preferensi konsumen telah bergeser ke smartphone layar sentuh. iPhone telah menyalip Blackberry dalam pangsa pasar sejak iPhone 4. Blackberry akhirnya berhenti memproduksi smartphone sendiri pada tahun 2016 dan memutuskan untuk fokus pada bisnis pengembangan perangkat lunak karena kerugian terus tertinggal dari pesaing.

Pada tahun 2017, TCL China memperoleh lisensi perangkat keras dari BlackBerry dan meluncurkan merek 'Blackberry Mobile' yang dilengkapi dengan Google Android, tetapi hasil penjualannya pun tetap buruk. Blackberry, yang bisnis utamanya adalah pengembangan perangkat lunak, mencatat penjualan sekitar $1 miliar pada tahun 2020.

The New York Times mengomentari penghentian layanan BlackBerry, dengan mengatakan, "Smartphone Blackberry sekarang berada di jalur Laserdisk (LD)." Blackberry muncul sebagai 'saham kejutan' pada Januari tahun lalu, dan harga sahamnya melonjak sesaat, tetapi kemudian menunjukkan penurunan tajam.

Posting Komentar

© Kilas Pemuda. All rights reserved. Developed by Jago Desain