Butuh jasa penulisan artikel dan digital marketing? Klik disini

Hemat Uang Saat Kuliah dengan 5 Cara Ini

Sangat sulit untuk menghemat uang saat kuliah, berikut 5 kiat sederhana untuk menghemat uang selama belajar di kampus.
Hemat Uang Saat Kuliah dengan 5 Cara Ini

Menyimpan sebagian uang selama kuliah itu sulit, bukan berarti bisa lebih mudah setelah lulus. Mayoritas mahasiswa Indonesia sepakat bahwa menabung atau menyisihkan sebagian uang jajan mereka sangatlah sulit. Walaupun ada uang lebih dari jajan harian, namun pengeluaran dari segi kebutuhan perkuliahan terus meningkat setiap tahunnya. Sesulit apapun kesempatan untuk menabung, berikut ada lima tips yang akan membantu Rekan muda menghemat uang saat kuliah.

1. Buat Target

Tahukah Rekan muda bagaimana rasanya memeriksa saldo bank dan melihat angka yang tertera di sana jauh lebih kecil dari yang Rekan muda harapkan? Singkatnya, kita merasa tidak enak. Untungnya, ada cara untuk menghindari situasi seperti itu:

Tetapkan target pengeluaran dan batasi pengeluaran di bawahnya.

Cara terbaik untuk membatasi pengeluaran di bawah target Rekan muda adalah dengan membuat anggaran. Anggaran membantu Rekan muda mengetahui berapa banyak yang masuk, berapa banyak yang harus Rekan muda belanjakan, dan berapa banyak yang sebenarnya Rekan muda belanjakan. Setelah Rekan muda mengetahui berapa banyak uang yang tersisa dengan mengelola pengeluaran bulanan Rekan muda, tetapkan tujuan pengeluaran mingguan. Alangkah baiknya jika jumlah target tidak terlampaui.

Cara terbaik: Walaupun Rekan muda mengelola pengeluaran setiap bulan, tetapkan juga tujuan mingguan. Hal ini akan memungkinkan Rekan muda untuk memeriksa keuangan lebih sering, yang akan membantu Rekan muda menyadari kebiasaan belanja dan menghemat uang.

2. Hadiahi Kesuksesan Rekan muda

Tinjau keuangan Rekan muda setiap minggu. Jika Rekan muda membelanjakan kurang dari target, setorkan sisa uang ke rekening tabungan. Sebagian besar bank memiliki aplikasi yang memudahkan ini. Kemudian dokumentasikan kesuksesan Rekan muda dengan cara yang nyata. Lihat kalender dinding, tempelkan stiker kecil di buku catatan.

Nantinya Rekan muda akan melihat peningkatan kinerja setiap kali melihat kalender atau buku catatan. Ini mungkin tampak sepele, tetapi memiliki cara untuk mengatur keuangan bisa membuat mengumpulkan uang terasa menyenangkan, dan hal itu memotivasi Rekan muda untuk tetap pada rencana keuangan Rekan muda.

3. Cari Buku Teks Murah (atau gratis)

Buku teks adalah salah satu item biaya yang paling memberatkan mahasiswa dalam keuangan. Sebelum Rekan muda menghabiskan banyak uang di toko buku perguruan tinggi, mulailah dengan mengunjungi perpustakaan. Cari tahu buku teks apa yang Rekan muda butuhkan sesegera mungkin dan pinjamlah sebelum mahasiswa lain. Banyak profesor mendaftarkan buku teks sebagai arsip di perpustakaan sekolah mereka (pastikan ini disebutkan dalam silabus). Jangan lupa untuk memeriksa perpustakaan setempat Rekan muda juga. Mereka biasanya tersedia secara online.

Jika Rekan muda membaca silabus dan memilih antara buku kertas atau ebook, opsi yang lebih murah akan terbuka. Banyak perpustakaan menawarkan eBook bagi pembaca eBook.

Beberapa buku harus dibeli di toko buku universitas. Cara mudah untuk menghemat uang adalah dengan membeli buku bekas. Sebagian besar toko buku perguruan tinggi memajang buku bekas dengan harga diskon. Selain itu, beberapa buku teks dibeli kembali pada akhir semester, jadi harap periksa apakah toko buku tersebut memiliki program pembelian buku bekas dan buku teks mana yang memenuhi syarat untuk dibeli.

4. Manfaatkan Diskon Mahasiswa

Mahasiswa sering ditawari diskon dalam bentuk tertentu. Namun tetap ada beberapa hal yang harus Rekan muda perhatikan. Jika Rekan muda melihat diskon mahasiswa, tanyakan pada diri Rekan muda: "Apakah ini memang yang saya butuhkan untuk pendidikan saya?" Jika demikian, tidak apa-apa untuk menghabiskan.

Jika Rekan muda berbelanja untuk apa yang Rekan muda butuhkan di toko dekat kampus, periksa diskon mahasiswa. Merupakan ide yang baik juga untuk mencari diskon mahasiswa di Internet untuk barang-barang yang Rekan muda bisa beli secara online.

5. Masak di Rumah

Makanan yang dibeli di restoran biasanya lebih mahal dua kali lipat dari makanan yang disiapkan sendiri di rumah. Di perguruan tinggi, godaan untuk makan di luar sangat besar, karena terkadang berkumpul dengan teman dan pergi ke restoran bisa menjadi kegiatan sosial yang menyenangkan.

Catatan: Memasak di rumah bukan berarti harus makan mie instan dan minuman berenergi.

Jika Rekan muda terus-menerus terdesak oleh waktu, sisihkan satu atau dua hari seminggu untuk memasak makanan sederhana untuk beberapa porsi sekaligus. Masukkan ke dalam wadah portabel dan tumpuk di lemari es (beri nama jika Rekan muda memiliki teman sekamar). Ini akan menghemat uang Rekan muda setiap kali Rekan muda menyiapkan makanan, karena Rekan muda akan memiliki makanan untuk makan di jalan saat keluar rumah selama beberapa hari ke depan.

Jika Rekan muda tidak ingin melewatkan jamuan makan bersama, Rekan muda juga dapat membentuk kelompok untuk memasak dan makan bersama. Jika Rekan muda kesulitan melibatkan orang, pelajari cara membuat hidangan populer yang enak dan bagikan dengan teman-teman Rekan muda. Maka teman-teman Rekan muda mungkin tertarik untuk makan di rumah.

Jika Rekan muda mampu menghemat uang saat kuliah dengan cara-cara di atas, usahakan untuk tidak menghabiskan uang tersebut! Jika memungkinkan, patuhi prinsip-prinsip berikut: Setiap kali Rekan muda menyimpan uang untuk dibelanjakan di suatu tempat, Rekan muda menghitung apa yang akan terjadi jika Rekan muda telah membayar semuanya, dan kemudian menyetorkan selisihnya ke rekening tabungan. Jika Rekan muda membuat kebiasaan ini, diri Rekan muda di masa depan pasti akan bahagia dan mengucapkan terima kasih.

Posting Komentar

© Kilas Pemuda. All rights reserved. Developed by Jago Desain