Butuh jasa penulisan artikel dan digital marketing? Klik disini

Gejala Sakit Kepala yang Tidak Boleh Rekan Muda Abaikan

Jika sakit kepala parah berlangsung lebih dari 24 jam disertai dengan gangguan kesadaran dan demam tinggi. Rekan muda harus menemui dokter segera.
Gejala Sakit Kepala yang Tidak Boleh Rekan Muda Abaikan

Sakit kepala adalah penyakit yang bisa dialami siapa saja dan setiap orang pasti pernah mengalami setidaknya sekali. Sakit kepala ringan yang disebabkan oleh stres, kelelahan, dan kurang tidur dapat diredakan dengan obat pereda nyeri yang tersedia di toko-toko biasa.

Namun, untuk sakit kepala primer seperti sakit kepala tegang, migrain, dan sakit kepala cluster, efek pengobatannya lebih baik bila menggunakan pengobatan sesuai resep yang diberikan apoteker atu dokter.

Khususnya, jika sakit kepala yang belum pernah dialami sebelumnya terjadi atau sakit kepala yang parah dan cukup sering terjadi hingga mengganggu kesibukan sehari-hari, pastikan untuk mengunjungi rumah sakit dan menerima perawatan untuk berbagai penyebab sakit kepala.

Berbagai penyebab sakit kepala

Ada berbagai faktor yang menyebabkan sakit kepala, kelelahan, terlalu banyak bekerja, stres yang berlebihan, dan kurang tidur adalah penyebab paling umum. Namun biasanya sakit kepala karena hal-hal tersebut bisa berkurang dengan istirahat dan relaksasi.

Perlu diketahui juga bahwa jumlah pasien wanita yang sakit kepala dua kali lipat daripada pria, karena wanita lebih sensitif terhadap pengaruh hormon. Selain itu, sakit kepala dan tidur berkaitan erat, kurang tidur sering menyebabkan sakit kepala parah, sehingga disarankan untuk menjaga waktu tidur yang teratur dan cukup.

Jika sakit kepala terjadi saat pagi hari, ada kemungkinan bahwa hal itu dapat disertai dengan masalah kualitas tidur malam, seperti sleep apnea atau sindrom kaki gelisah, jadi masalah tidur ini harus dipertimbangkan dengan berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

Selain itu, berbagai faktor seperti syok eksternal, penyakit, lemak susu atau makanan berminyak, makanan cepat saji, dan kebiasaan makan yang buruk seperti sering mengonsumsi asam karbonat, dapat berperan membuat kepala sakit.

Jika sakit kepala parah terjadi dengan tiba-tiba atau berlangsung lebih dari 24 jam, atau disertai dengan gejala seperti gangguan kesadaran, demam tinggi, gangguan penglihatan, muntah, quadriplegia, atau kelumpuhan wajah, mungkin hal ini merupakan penyakit otak seperti meningitis, pendarahan otak, atau infark serebral.

Biasanya hal ini terjadi jika Rekan muda memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, mengonsumsi obat antitrombotik atau antikoagulan, atau mengalami benturan di kepala beberapa minggu yang lalu atau beberapa bulan yang lalu. Rekan muda disarankan untuk segera menemui dokter spesialis.

Menurut Asosiasi Manajemen Kesehatan Dunia, mengatakan bahwa “sakit kepala yang disertai mual dan muntah seperti mabuk perjalanan dan terasa nyeri, dan semakin parah saat Rekan muda bergerak atau beraktifitas. Jika tidak ada tindakan serius yang diambil, biasanya akan berlangsung selama 4 hingga 72 jam, dan jika sakit parah berlanjut selama lebih dari 72 jam atau jika mengganggu kesibukan sehari-hari, pengobatan dokter diperlukan.”

Pentingnya gaya hidup sehat

Untuk mencegah sakit kepala, perlu untuk menjaga berat badan yang tepat melalui hidup teratur dan olahraga, perlu juga perubahan kebiasaan gaya hidup seperti kebiasaan makan dan tidur. Selain itu, kurangi makanan yang banyak mengandung perasa buatan, kafein, dan amina, karena makanan tersebut dapat menyebabkan sakit kepala.

Karena sakit kepala sering muncul, kebiasaan penggunaan obat penghilang rasa sakit membuat sakit kepala menjadi tidak terkontrol dan mengarah ke jenis sakit kepala kronis lainnya karena terlalu sering menggunakan obat sembarangan. Selain itu, duduk dalam satu posisi dalam waktu lama atau duduk dalam posisi yang tidak seimbang dalam waktu lama juga dapat menyebabkan sakit kepala, jadi seringlah melakukan peregangan.

Latihan aerobik secara teratur memasok oksigen yang cukup ke otak, membantu sirkulasi darah di otak, dan sangat membantu dalam menghilangkan stres. Selain itu, dianjurkan untuk menghindari bau yang menyengat seperti cat, parfum, dan asap rokok.

Selain itu, untuk mencegah sakit kepala, perlu untuk mempraktikkan gaya hidup yang benar dan minum obat secara bersamaan. Jika Rekan muda sering mengalami sakit kepala, membuat buku harian sakit kepala sangat membantu dalam pengobatan.

Kunci untuk menemukan penyebab sakit kepala adalah dengan mencatat keseharian pola makan dan aktifitas yang Rekan muda lakukan.

Posting Komentar

© Kilas Pemuda. All rights reserved. Developed by Jago Desain