-->

7 Cara Islami Mengatasi Stres


Dalam kehidupan modern, stres seakan menjadi pelengkap hidup. Banyaknya masalah dan sedikit solusi yang diketahui. Orang yang sedikit lemah imannya, bisa saja dapat melakukan bunuh diri. Orang yang kuat imanya, tapi terlalu berambisi mencapai sesuatu, dapat mengalami sakit stroke. Seorang dokter neorologi mengatakan, sekalipun tekanan darah tinggi, insya Allah tidak akan stroke, selama orangnya, tidak stres. Berarti stres pemicu utama lahirnya penyakit stroke yang banyak didera bangsa ini.

Stres yang datang pada seseorang, banyak unsur penyebabnya. Ada siswa yang tidak lulus ujian nasional, dapat stres. Orang tua yang mengurus anaknya mencari sekolah yang lebih tinggi, dapat stres. Pejabat yang terlalu sibuk sekali, dapat stres. Rakyat kecil yang susah mendapat makan, dapat stres. Calon Bupati yang mengeluarkan miliaran rupiah dalan pemilu, dapat stres, jika suara yang diharapkan, tidak seperti yang diprediksi. Alhasil, semua golongan dan status sosial, berpeluang stres. Begitu pula Laki-laki dan perempuan.

Tips Mencegah:

Menurut dokter ahli neorologi, perasaan stress bisa menjadi musuh dalam selimut. Perasaan ini datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Bila dibiarkan dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung, darah tinggi dan stroke. Ibarat menyediakan payung sebelum hujan. Menghindari stress ada baiknya dilakukan dengan cara berikut:

1. Mengeluarkan energi positif


mengeluarkan energi positif

Yaitu optimis dalam menghadapi setiap permasalahan. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ketahuilah bahwa setiap rencana, ada hambatan Tapi ada juga solusi.Sebab itu, harus bersikap lebih fleksibel, sehingga dapat menikmati hidup.

2. Menjaga kesehatan


menjaga kesehatan

Dengan cara olahraga yang teratur, tidur yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Olahraga dapat membuat manusia nyaman. Makanan bergizi membangkitkan vitalitas hidup. Karena hal tersebutlah Islam memerintahkan “ Mengkonsumsi halalan tayibah atau yang bergizi.

3. Banyak minum air putih


banyak minum air putih

Terutama saat diambang kemarahan. Air putih, dapat menenangkan perasaan, dan berpikir lebih jernih. Rasulullah menganjurkan kalau marah, hendaklah berwudu dan mendinginkan badan (HR.Muslim).

4. Perbanyak Silaturahmi


perbanyak silaturahmi

Untuk setiap minggu, keluar dari rutinitas, dengan berkumpul bersama keluarga. Atau berkunjung kepada teman-teman. Nabi mengajarkan Hubungkan silaturahim, sebab dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur (HR.Muslim).

5. Meningkatkan rasa humor


meningkatkan rasa humor

Secara klinis humor dapat mengatasi stress. Alhamdu lillah kini sudah muncul kelompok-kelompok di TV yang menjajakan humor 5 sampai 1O menit untuk relaksi. Jangan sampai rekan muda lupa meluangkan waktu biar sebentar ( Kompas 26/7). Penulis teringat seorang Kiyai di Pesantren tahun 5O-an, sering mendatangi suatu desa yang berjarask 15 Kilometer dari kota dan membayar pemuda-pemuda yang pintar membawakan cerita yang humoris.

Bagaiamana menurut Al-Quran?

Menurut Al-Quran, kelima cara yang ditawarkan kesehatan diatas, tidak ada yang bertentangan dengan Al-Quran. . Namun Al-Quran lebih memfokuskan terutama kepada dua hal utama dimana Al-Quran sebagai Syifa’ (Penawar) :

Sabar


sabar

Jika stress terhadap sebuah masalah yang sulit untuk diputuskan “salah atau benarnya sesuatu“ maka Al-Quran sudah lebih awal memberi petunjuk yakni “FA SHABRUN JAMIL“ ( Maka bersabar itu lebih indah). Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan. (QS. Yusuf 18 ).

Ucapan itu disampaikan Nabi Ya’kub, ketika anak-anaknya datang membawa kemeja yang berlumuran darah kepunyaan Yusuf, sebagai bukti bahwa ia telah diterkam binatang buas. Daripada stress, karena darahnya meragukan, Nabi Ya’kub berkata “ Sabar itu lebih indah.” Demikian Sitti Maryam, ketika dituduh melacur karena melahirkan anak (Isa) tanpa ayah, juga sabar, untuk mengobati stres yang berkepanjangan. Bahkan Aisyah, isteri Rasul, ketika digossip, juga menjadikan Sabar sebagai pengobatan dalam stres.

Zikrullah


zikrullah

Mengingat Allah (Zikrullah) termasuk dapat mengatasi stres. Dengan mengingat Allah dan mengembalikan semuanya untuk Allah, maka stres akan dapat diatasi. . Sesuai anjuran Al-Quran, “TATHMAINN AL-QULUB“ ( Mengingat Allah, hati akan tenang ), ( QS. Al-Raad 28 ).

Menurut ulama Tafsir, Yang masuk Zikrullah, adalah melakukan salat, membaca Al-Quran dan langsung menjebut Lailaha ilallah sebanyak-bamnyaknya. Diperkuat Al-Quran dengan ayat “ Dan carilah pertolongan, dengan berlaku Sabar dan mengerjakan Salat ( QS.2: 45).

Menurut riwayat Huzaifah, bila Nabi sedang bersedih atau menghadapi masalah, Beliau langsung melakukan salat, walaupun sedang dalam perjalanan. Memperbanyak Zikrullah berupa salat sunnat, atau membaca Al-Quran, atau istigfar, atau membaca Lailaha Ilallah.

Istigfar yang sering dibaca Rasul “ Allahumma Anta rabbi. Lailaha illa Anta. Khalaqtani waana abduKa. Wa ana ala ahdiKa. Wa wa’diKa mastata’tu. Audzu biKa, min syarri ma shana’tu. Abuu laKa bini’ mati alayya. Waabuu bidzanbi. Fagfirli, fainnahu la yagfir al- dzunuba illa Anta.(dalam kitab Al-Azkar :347 ).

Selain dengan kedua hal di atas, cara lain untuk mengatasi stres ialah dengan meyakini akan kebenaran ayat Al-Quran yang berbunyi “INNA MA’AL USRI YUSRA (Sesungguhnya setelah datang kesulitan akan ada kemudahan).

Menurut para ulama Tafsir, sebab kata kesulitan (Al-usri ), menggunakan “al ” dan kemudahan (Yusra) tidak menggunakan “al “ , itu artinya kesulitan itu cuma satu macam, tapi ada beberapa solusi kemudahan. Berarti dua alternative kemudahan . dalam satu kesulitan. Ada dua. Misalnya berkonsultasi dengan dokter mencari pengobatan lahir dan batin ialah menggunakan petunjuk Al-Quiran sebagai Syifa’.

Alhasil, dari uraian singkat diatas, dipahami mengatasi stres sesuai Al-Quran disamping mencari solusi berupa pengobatan lahir, juga diperlukan pengobatan batin, yaitu meyakini kesempurnaan Tuhan, dan meyakini kekurangan manusia, serta kaifiatnya, banyak bersabar, salat, istigfar dan zikir.

Praktek Rasul SAW dalam mencari penyegaran dan menghilangkan stres, diantaranmya dianjurkan kepada umatnya berpuasa dan bercampur isteri dua kali seminggu.