-->

UC We-Media Tutup, Uang 35 Dollar Raib

UC We-Media Tutup, Uang 35 Dollar Raib

Musim hujan telah kembali, hai rekan muda kita berjumpa lagi. Saya kali ini ingin berbagi sedikit cerita tentang uang 35 US Dollar milik saya yang raib begitu saja akibat ‘down’ nya UC We-Media. Mungkin uang 35 Dollar memang tidaklah banyak, jika di rupiahkan hari ini uang 35 Dollar setara dengan 519.246 Rupiah. Tapi, bukan itu intinya. Seorang teman saya yang juga kontributor aktif UC We-Media mengaku sangat kecewa dengan penutupan UC We-Media, dikarenakan akun miliknya berkembang sangat pesat yang sudah memiliki 10.000 pengikut setia di layanan berita tersebut, beruntung dia sudah menarik semua isi saldo di akunnya. 
Sebelum jauh bercerita, saya ingin jelaskan dulu apa itu UC We-Media kepada rekan muda yang belum pernah mendengarnya.

UC We-Media adalah salah satu top news media platform dengan lebih dari 40 juta pengguna aktif yang menyajikan berbagai berita update, trik & tips, entertainment, info gaya hidup, musik, olahraga, seni, hiburan, dan masih banyak lagi dari para kontributornya. Banyak diantara jurnalis, blogger, bahkan youtuber yang dulunya menjadi bagian kontributor UC News. Ini seperti kegiatan blogging dengan sistem automonetisasi yang cukup cepat, dimana tiap konten yang dibuat akan di automonetisasi berdasarkan jumlah views pada konten yang rekan muda buat di UC News.

UC We-Media juga merupakan media penulis yang terbuka untuk berbagai Suara. Projek utama dari UC We-Media adalah platform agregator konten yang sangat komprehensif untuk berita, analisis, ide, dan opini dari para pembuat trend dari berbagai kategori di seluruh negeri ini. Platform ini juga terintegerasi dengan aplikasi UC News yang menghasilkan lebih dari 20 ribu artikel setiap harinya.

Jika di media, seseorang penulis maka editornya akan mengedit tulisannya. Berbeda dengan media, editor yang ada di UC We-Media hanya menyaring mana yag layak dan mana yang tidak layak. Jadi kalau misalnya ditolak, pihak UC We-Media akan memberitahu bahwa tulisan mengandung beberapa unsur-unsur yang kurang untuk layak dipublikasi, tapi pihak editor tidak bisa mengedit karena ada ribuan artikel yang masuk di We-Media ini. Jadi fungsi editor benar-benar mengkurasi layak naik atau tidaknya sebuah artikel.

Nah, itu sekilas latar belakang UC We-Media yang saya ringkas sedetail mungkin. Dan menurut saya pribadi UC We-Meida sangat memanjakan para kreatornya dengan berbagai macam bonus yang diberikan, dan dengan begitu banyaknya jenis penghargaan yang sudah dihadirkan disana. Maka sangat disayangkan memang jika Platform sebesar ini harus ‘gulung tikar’ dini. Bau-bau UC We-Media akan tutup sebenarnya sudah tercium saat wabah Covid-19 masuk ke Indonesia. Saat Indonesia (Jakarta) menerapkan PSBB, UC We-Media sudah mulai menghentikan aktivitas para kreatornya dengan alasan Corona.

Namun beberapa hari yang lalu dikutip dari Liputan6, juru bicara UC We-Media memberi angin segar bagi para kontributor sejatinya. Dia menegaskan bahwa saat ini mereka sedang membenahi layanannya di Indonesia agar lebih baik lagi. Oleh karena itu, akses ke platform We-Media hanya diberhentikan untuk sementara waktu.

So, semoga apa yang dikatakan jubir UC We-Media benar adanya ya. Karena, saya pribadi sangat masih ingin menjadi kontributor di salah satu Platformnya Jack Ma ini. Walau yang didapatkan receh-receh, lumayanlah untuk ngopi-ngopi sama rekan muda, hehe.