-->

8 Cara Memotivasi Tim di Tempat Kerja

8 Cara Memotivasi Tim di Tempat Kerja

Mari kita lihat ringkasan cara memotivasi tim kerja dalam artikel kali ini, yang mempertimbangkan metode psikologi kerja untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara memotivasi tim kerja. Sebelum mengetahui bagaimana memotivasi tim kerja, mari kita lihat konsep utamanya. Motivasi adalah pendorong yang menyebabkan seseorang ingin ‘bergerak’ secara pribadi.

Yuk simak rangkuman cara memotivasi tim kerja di artikel ini.

Apa itu motivasi kerja?

Sebelum kita melihat bagaimana memotivasi tim kerja, mari kita lihat beberapa konsep kunci.
Motivasi mengacu pada faktor individu yang bertanggung jawab mendorong seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Ketika kita mengacu pada motivasi untuk bekerja, kita berbicara tentang semua faktor yang memotivasi subjek untuk melakukan tugas dengan memuaskan. Untuk kelompok kerja, motivasi ini harus kolektif dan terfokus pada semua anggota tim. Mereka harus bekerja sama dalam menyelesaikan sesuatu.

Idenya adalah bahwa setiap subjek yang merupakan bagian dari tim kerja diorientasikan untuk melakukan pekerjaannya dengan cara yang tepat untuk kepentingan organisasi secara keseluruhan.

Ada dua sumber motivasi: internal dan eksternal. Motivasi intrinsik adalah segala sesuatu yang dimulai karena orang tersebut ingin memuaskan keinginan pribadinya. Misalnya, mempelajari pekerjaan di lingkungan kerja nyata.

Sebaliknya, motivasi ekstrinsik dimotivasi oleh minat objek. Dengan kata lain, subjek termotivasi oleh apa yang akan mereka terima sebagai imbalan untuk menyelesaikan tugas mereka. Bisa berupa kenaikan gaji, bonus, dll.

Bagaimana memotivasi tim Anda di tempat kerja?

Sekarang kita akan melihat daftar dengan teknik dan tips terbaik tentang cara memotivasi kelompok menurut psikologi organisasi dan metode lingkungan kerja.

1. Kepemimpinan yang Baik

Agar mencapai kinerja yang baik bagi anggota kelompok, pemimpin tidak hanya fokus pada tujuan proyek, tetapi juga bekerja dengan setiap komponen dari masing-masing tim peserta.

Seorang pemimpin yang baik tidak hanya menuntut hasil dari pekerja, tetapi juga peduli terhadap kebutuhan para anggota tim, di samping mempertimbangkan motivasi pribadi anggota tim yang berbeda-beda.

2. Insentif yang Bagus

Kenaikan gaji atau memberikan beberapa bonus sesekali tidak cukup untuk mendorong tim melakukan yang terbaik. Ini hanya menjadi motivasi jangka pendek. Efek dari hal tersebut akan hilang sedikit demi sedikit setelah beberapa saat, dan tim kerja akan merasa tidak nyaman atau kembali tidak puas lagi.

Insentif kerja terbaik adalah menyediakan lingkungan kerja yang optimal untuk pelaksanaan tugas sehari-hari dimana pekerja tidak merasa terlalu tertekan atau tidak nyaman dengan situasi kerja mereka. Anda juga perlu mendefinisikan dengan jelas apa peran mereka untuk setiap anggota tim.

3. Hindari Menekan Berlebihan

Penindasan di tempat kerja adalah salah satu penyebab utama frustrasi bagi pekerja dan penurunan produktivitas serta kepuasan. Kita harus memperhatikan situasi ini dalam kelompok kerja kita, jangan sampai menyakiti siapa pun.

4. Program Kerja Tambahan

Inisiatif berikut ini memberi pekerja pengetahuan dan alat yang umumnya meningkatkan kualitas hidup mereka, sehingga akan berdampak baik untuk kinerja mereka dalam hal pekerjaan.

Contohnya, beberapa pasca-program meliputi: Lokakarya manajemen emosi, percakapan tentang komunikasi yang solid di tempat kerja, pelatihan olahraga lari antar anggota tim kerja, dan banyak lagi.

5. Memberikan Informasi kepada Tim

Semakin banyak tim merasa terlibat dalam proyek kerja, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan aktivitas satu sama lain di bidang aktivitas masing-masing. Pemimpin harus memberikan informasi yang cukup kepada pekerja. Untuk merasakan rasa memiliki dan mengetahui apa yang terjadi.

6. Pengakuan Usaha

Semua karyawan hebat senang diakui atas upaya mereka. Tindakan sederhana untuk memberi tahu karyawan Anda bahwa mereka melakukannya dengan benar. Pada hal tertentu, itu akan membantu mereka merasa bahwa upaya mereka sepadan.

7. Menciptakan Kepemimpinan Partisipatif

Kesalahan yang cukup umum di antara para pemimpin kelompok kerja adalah berpikir bahwa kelompok kerja cukup untuk menyediakan metrik yang dibutuhkan untuk melakukan sisa pekerjaan. Tidak ada yang lebih kontraproduktif terhadap motivasi karyawan selain ini.

Seorang pemimpin yang baik tidak hanya memberi tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam proses pelaksanaan kegiatan. Dia menunjukkan kepada para pekerja bahwa dia adalah salah satu dari mereka dan mengajari mereka melalui teladan.

8. Rotasi Kerja (Catatan: lakukan dengan hati-hati!)

Tidak ada seorang pun di tim yang ingin melalui proses adaptasi yang berkelanjutan. Itu sebabnya Anda harus berhati-hati saat menerapkan rotasi sebagai metode kerja untuk proyek Anda. Penyalahgunaan sumber daya ini dapat menyebabkan keputusasaan dalam kelompok.

Idealnya adalah menciptakan kelompok yang stabil di mana setiap anggota tim merasa aman di posisinya, dan tidak ada ketidakpastian karena harus selalu pindah sesuai keinginan Anda.